Breaking News:

Kriminalitas

Viral Soal Pemalakan di Pondok Aren, Pedagang Wajib Setor Jatah Preman Sebesar Rp 20.000 per Bulan

Viral Soal Pemalakan di Pondok Aren, Pedagang Wajib Setor Jatah Preman Sebesar Rp 20.000 per Bulan. Berikut Penuturan warga

Penulis: Rizki Amana | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Sejumlah kios pedagang di Jalan Ceger Raya, Pondok Karya, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada Jumat (18/6/2021) 

WARTAKOTALIVE.COM, PONDOK AREN - Beredar surat di sejumlah akun media sosial terkait maraknya aksi pemalakan yang dilakukan sejumlah preman terhadap pedagang di sepanjang Jalan Ceger Raya, Pondok Karya, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). 

Dalam surat pernyataan yang mengatasnamakan Warga Jalan Ceger Raya itu mereka minta pihak kepolisian untuk menindak aksi premanisme.

Terkait hal tersebut, Wartakotalive.com pun mencoba melakukan penelusuran keluhan para pedagang kios dan lapak maupun warga setempat di lokasi.

Hasil penelusuran itu mendapatkan pengakuan sejumlah pedagang kios yang kerap menjadi korban pemalakan dari para oknum preman tersebut. 

Satu di antaranya, PU (43) pedagang kios yang berada tepat di sisi Jalan Ceger Raya membenarkan adanya pemalakan yang dilakukan oleh oknum preman tersebut. 

Menurutnya sejumlah okum preman itu bakal meminta para pedagang secara berkala untuk membayar uang tersebut. 

"Iya ada tapi ya biasa. Biasanya Rp 15.000, Rp 20.000. Enggak harian juga, bulanan lah," katanya saat ditemui di kios tempat ia berdagang, Pondok Aren, Kota Tangsel, Jumat (18/6/2021).

Baca juga: Kasus Terus Melonjak Tinggi, Ruang Perawatan Pasien Covid-19 di RSUD Kota Bekasi Penuh Terisi

Sementara pedagang warung kelontong berinsial YA (29) mengaku sejumlah pemalak itu mengaku sebagai kelompok organisasi masyarakat (ormas). 

Menurutnya, terdapat tiga ormas yang datang memalak pedagang kios dan lapak di Jalan Ceger Raya setiap bulannya. 

"Pakai kuitansi, dari ormas Rp 25.000 sama Rp 20.000, sebulan sekali sih," katanya di kesempatan yang sama. 

Baca juga: Kebut Distribusi Vaksinasi Covid-19 di Ibu Kota, Pemprov DKI Kembali Rekrut 3.000 Orang Vaksinator

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Pondok Aren, Iptu Roby Setyawan mengaku masih melakukan pendalaman akan adanya surat peryataan yang viral di sejumlah akum media sosial tersebut. 

Menurutnya hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan terkait dari warga maupun pedagang sekitar. 

"Ya masih kita dalami ya, karena kita juga belum tahu korbannya kan. Kalau laporan secara resmi tidak ada, kan kita pun bingung karena laporan resmi tidak ada, makanya kita dalami yang viralnya itu," jelas Roby saat dikonfirmasi pada Jumat (18/6/2021).

"Siapa yang memviralkan, dan siapa yang membuat surat itu? Dan apakah yang membuat surat itu korban atau tidak kan kita belum tahu," jelasnya. (m23)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved