Breaking News:

Berita Video

VIDEO Korupsi Dana Hibah KONI Kota Tangsel Masih Bisa Ada Tersangka Baru

Aliansyah menuturkan saat ini puhaknya terus melakukan penyidikan kasus terhadap tersangka maupun sejumlah saksi terkait. 

Penulis: Rizki Amana | Editor: Ahmad Sabran

WARTAKOTALIVE.COM, SERPONG - Kasus tindak pidana korupsi dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) masih terus bergulir.

Bergurlirnya kasus tindak pidana korupsi tersebut tak menutup kemungkinan adanya tersangka baru yang bakal dihadirkan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangsel.

"Sepanjang alat bukti terpenuhi. Kami penyidik ini tentu pegangannya adalah alat bukti, terpenuhi alat bukti, siapa yang terlibat dan terkait di situ ya kita tindak lanjuti," kata Kepala Kejari Kota Tangsel, Serpong, Kamis (17/6/2021).

Aliansyah menuturkan saat ini puhaknya terus melakukan penyidikan kasus terhadap tersangka maupun sejumlah saksi terkait. 

Menurutnya saksi yang diperiksa pihaknya tersebut terdapat dari segala unsur yang terkait tak terkecuali Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangsel.

"Penyidik kita masih bekerja dalam pemberkasan saksi-saksi. Mudah-mudahan kita bisa menemukan fakta itu," ungkapnya. 

Diwartakan sebelumnya, Kejari Kota Tangsel tetapkan satu tersangka baru kasus tindak pidana korupsi dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tangsel. 

Kepala Kejari Kota Tangsel, Aliansyah mengatakan tersangka baru yang ditetapkan pihaknya bernama Rita Juwita (RJ). 

"Lalu tim penyidik melakukan pengembangan kasus ini sehingga pada hari ini kita juga menetapkan satu tersangka lagi pada kasus tindak pidana korupsi dana hibah KONI tahun 2019 inisialnya RJ, menjabat sebagai Ketua KONI Kota Tangerang Selatan," katanya di Kantor Kejari Kota Tangsel, Serpong, Kamis (10/6/2021).

Aliansyah menuturkan penetapan tersangka kepada Ketua KONI Kota Tangsel tersebut usai pihaknya mendapati sejumlah bukti dari tersangka Suharyo selaku Bendahara Umum. 

Sedangkan, Suharyo terlebih dahulu telah ditetapkan pihaknya sebagai tersangka dana hibah KONI Kota Tangsel pada Jumat, 4 Juni 2021.

"Pengembangan penyidikan perkara atas nama tersangka Bendahara KONI, Pak Suharyo yang sama-sama kita ketahui pada Hari Jumat tanggal 4 Juni 2021 kemarin kita tetapkan sebagai tersangka," jelas Aliansyah. 

Adapun pihaknya mengungkap akibat tindak pidana korupsi dana hibah KONI Kota Tangsel tersebut merugikan megara senilai Rp 1.122.537.028. (m23) 

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved