Breaking News:

Penanganan Covid 19

Tidak Terapkan Sistem Ganjil Genap, Pemkab Bogor Berlakukan Kebijakan Ini untuk Para Wisatawan

"Ya kalau di Kabupaten Bogor saya rasa tidak bisa diberlakukan sistem ganjil genap untuk kendaraan. Lain wilayah pasti beda-beda cara mensiasatinya,"

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Dedy
wartakotalive.com
Untuk mencegah penularan virus lebih luas, Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor kembali memperketat wilayah, khususnya bagi wisatawan yang datang ke Bogor. 

WARTAKOTALIVE.COM, CIBINONG --- Kasus Covid-19 di Kabupaten Bogor terus meningkat setelah libur Lebaran sebulan lalu.

Data monitoring harian Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor menunjukkan penularan virus mencapai angka lebih dari 90 orang per hari.

Pada Kamis (17/6/2021), ada 98 orang terkomfirmasi positif Covid-19.

Untuk mencegah penularan virus lebih luas, Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor kembali memperketat wilayah, khususnya bagi wisatawan yang datang ke Bogor.

Mulai akhir pekan ini, Pemkab Bogor mewajibkan wisatawan dari luar  yang datang ke Kabupaten Bogor untuk membawa surat keterangan rapid test antigen atau test PCR.

"Wisatawan luar yang datang ke Kabupaten Bogor kami wajibkan membawa bukti rapid test atau PCR negatif," kata Bupati Bogor Ade Yasin, Jumat (18/6/2021).

Apabila tidak dapat menunjukan surat keterangan rapid test antigen, lanjutnya, petugas di lapangan akan memutar balik kendaraan.

Sebagai Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor, Ade Yasin lebih memilih untuk mengurangi mobilitas dengan penyekatan melalui rapid test/PCR.

Pasalnya, Kabupaten Bogor yang luas dan memiliki banyak pintu masuk tidak memungkinkan untuk memberlakuan sistem kendaraan ganjil-genap.

"Ya kalau di Kabupaten Bogor saya rasa tidak bisa diberlakukan sistem ganjil genap untuk kendaraan. Lain wilayah pasti beda-beda cara mensiasatinya," tuturnya.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved