Breaking News:

Berita nasional

MUI: Tidak Ada Manfaat Buka Hubungan Diplomatik dengan Israel, Suka Berkhianat

MUI mendorong pemerintah untuk tetap dalam pendirian dan tidak berpikir sekalipun untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel

Editor: Bambang Putranto
afp/aljazeera.com
Ilustrasi - Perjanjian damai UEA, Bahrain, dengan Israel di Washington, Selasa, 15 September 2020, yang diperantarai oleh Presiden Donald Trump 

Wartakotalive.com, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendorong pemerintah untuk tetap dalam pendirian dan tidak berpikir sekalipun untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel.

Pasalnya Israel kerap melanggar dan mengkhianati kesepakatan yang sudah ditetapkan, bahkan di sidang Dewan Keamanan (DK) PBB.

"Jangan sekali-kali membuka hubungan, karena selalu mengkhianati. Disamping pengalaman sejarah, Israel selalu mengkhianati," kata Ketua MUI Bidang Hubungan Internasional, Sudarnoto Azeth, saat dihubungi Tribunnews.com, Jumat (18/6/2021).

Pada Kamis kemarin Duta Besar Israel untuk Singapura, Sagi Karni dalam pernyataan terbarunya mengatakan bersedia bekerja sama untuk menjalin hubungan dengan negara-negara mayoritas Muslim di kawasan Asia Tenggara.

Saat diwawancara Reuters, Karni mangatakan bahwa Israel bersedia berbicara, bersedia bertemu, dan membuka pintu bagi negara mayoritas muslim di Asia Tenggara, yang salah satunya Indonesia.

Sudarnoto mengatakan sampai kapanpun MUI akan bersikap tegas dan mendorong pemerintah Indonesia untuk tidak mengikuti beberapa negara lain yang melakukan normalisasi.

MUI mendukung pemerintah yang secara tegas menolak membuka hubungan diplomatik dengan Israel, karena Israel suka berkhianat.

"MUI mendukung sepenuhnya sikap pemerintah dalam urusan Palestina, yaitu pembelaan abadi untuk kemerdekaan Palestina sepanjang Israel masih menjajah," ujarnya.

Sudarnoto mengatakan beberapa negara Arab yang melakukan normalisasi dengan membuka hubungan dengan Israel, seperti mengulang sejarah lama.

Sejarah sudah menunjukkan dengan jelas bahwa dari pertempuran pada tahun 1967 hingga 1968 sejumlah wilayah negara arab dikuasai Israel.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved