Breaking News:

Kriminalitas

Merasa Ditipu, Pengusaha Tambang Akhirnya Polisikan Mantan Direksi PT SBL Atas Dugaan Penggelapan

Merasa Ditipu Puluhan Tahun, Seorang Pengusaha Tambang Berinisial NC Akhirnya Polisikan Mantan Direksi PT SBL Atas Dugaan Pemalsuan dan Penggelapan

Penulis: Dwi Rizki | Editor: Dwi Rizki
tribunnews
ilustrasi penipuan 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Mengaku dirugikan, seorang pria berinisial NC melaporkan empat orang mantan direksi PT Sukawarna Bumi Lestari (SBL).

Dalam Laporan Polisi Nomor LP/1057/II/2018/PMJ/Ditreskrimum, mereka disangkakan telah melakukan tindak pidana pemalsuan dan penggelapan sesuai dengan Pasal 263 KUHP dan Pasal 266 KUHP dan Pasal 264 KUHP dan Pasal 372 KUHP.

Terkait hal tersebut, NC meminta pihak Kepolisian untuk mengusut tuntas kasus yang merugikannya tersebut.

Tak hanya terbatas kepada para terlapor, tetapi juga meliputi notaris yang membantu melancarkan kasus dugaan tindak pidana pemalsuan atau penggelapan saham. 

“Saya memohon kepada pihak Kepolisian untuk berkenan membawa saudara MWK dan kroni-kroninya, termasuk notaris yang membantu melancarkan perbuatannya ini sampai ke pengadilan, agar mendapatkan ganjaran sesuai dengan perbuatannya,” ujar NC  pada Jumat (18/6/2021).

Lebih lanjut dipaparkannya, kasus dugaan tindak pidana pemalsuan atau penggelapan itu bermula sejak NC memiliki saham PT SBL sebesar 20 persen sejak tahun 2002.

Namun, seiring berjalannya waktu, saham yang dimilikinya justru menyusut hingga kurang dari 20 persen.

Hal tersebut diduganya karena adanya itikat buruk hingga jumlah kepemilikan sahamnya di PT SBL sengaja dikurangi.

Baca juga: Anies Baswedan Banggakan Diri, Klaim Vaksinasi Covid-19 di Ibu Kota Lampaui Target Jokowi

Dirinya yang tidak terima kemudian melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Pemeriksaan pun sampai ke tingkat kasasi hingga akhirnya NC memenangkan perkara.

Atas putusan majelis hakim tersebut, pengadilan mengijinkan PT SBL agar diaudit untuk mengetahui besaran keuntungan yang diperoleh PT SBL selama puluhan tahun.

Baca juga: Kasus Terus Melonjak Tinggi, Ruang Perawatan Pasien Covid-19 di RSUD Kota Bekasi Penuh Terisi

Selain itu, pemeriksaan dilakukan untuk menghitung jumlah kerugian yang dialami NC atas tidak dibayarkannya dividen atas saham yang sengaja dihilangkan.

Sementara, berdasarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) Nomor B/2/32/VI/RES.1.9./2021/Ditreskrimum tertanggal 16 Juni 2021, keempat terlapor telah ditingkatkan statusnya menjadi tersangka.

Penetapan status tersangka itu dilakukan setelah pihak kepolisian melakukan gelar perkara.

Dalam surat yang disahkan oleh Kompol Reza Mahendra Setligt itu, para tersangka diduga telah melakukan Tindak pidana pemalsuan atau penggelapan sesuai dengan Pasal 263 KUHP dan Pasal 266 KUHP dan Pasal 264 KUHP dan Pasal 372 KUHP.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved