Kasus Covid 19

Kasus Covid-19 di Jakarta Meledak Lagi, Anies Minta Warganya Jangan Berpergian Dulu Saat Akhir Pekan

“Kurangi aktivitas yang berpotensi interaksi sehingga bisa terpapar. Jadi, pada intinya taati protokol kesehatan, gunakan masker, jaga jarak,

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Dedy
wartakotalive.com
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta warganya untuk mengurangi aktivitas di luar dengan tetap berada di rumah saat akhir pekan. Hal ini berkaca pada ledakan kasus Covid-19 di Jakarta akibat libur Hari Raya Idul Fitri 1442 H pada Mei 2021 lalu. 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR --- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta warganya untuk mengurangi aktivitas di luar dengan tetap berada di rumah saat akhir pekan.

Hal ini berkaca pada ledakan kasus Covid-19 di Jakarta akibat libur Hari Raya Idul Fitri 1442 H pada Mei 2021 lalu.

“Kami menganjurkan seluruh masyarakat di Jakarta dan sekitarnya, hari Sabtu-Minggu besok di rumah saja. Kecuali, ada kebutuhan yang mendesak dan mendasar,” kata Anies di Balai Kota DKI pada Jumat (18/6/2021).

Hal itu dikatakan Anies usai menerima kunjungan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji pada Jumat (18/6/2021) pagi.

Kata Anies, masyarakat harus sadar bahwa saat ini Jakarta sedang dilanda pandemi Covid-19.

“Kurangi aktivitas yang berpotensi interaksi sehingga bisa terpapar. Jadi, pada intinya taati protokol kesehatan, gunakan masker, jaga jarak, kemudian cuci tangan. Di hari-hari ke depan tetap di rumah, kecuali ada kebutuhan mendesak,” ujarnya.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI ini menilai, akhir pekan merupakan momentum kebersamaan masyarakat dengan keluarganya di rumah. Langkah ini diyakini mampu menghindari penularan virus antarwarga.

Seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta meminta masyarakat untuk tidak menyepelekan pandemi Covid-19.

Pasalnya, penderita Covid-19 dalam sehari pada Kamis (17/6/2021) bertambah hingga 4.000 orang.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia mengatakan, angka kasus positif Covid-19 yang terjadi di Ibu Kota mengalami kenaikan drastis.

Seperti diketahui, angka kasus positif beberapa waktu terakhir berada pada kisaran 1.000 – 2.000 kasus dalam sehari.

“Namun, pada hari ini angka tersebut melonjak pesat hingga mencapai 4.144 kasus,” kata Dwi berdasarkan keterangannya pada Kamis (17/6/2021).

Dwi mengatakan, pada Kamis (17/6/2021) pihaknya telah melakukan pengetesan PCR sebanyak 23.913 spesimen.

Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 16.499 orang dites PCR saat itu untuk mendiagnosis kasus baru, dengan hasil 4.144 positif dan 12.355 negatif.

Sementara untuk kasus aktif di Jakarta sampi Kamis (17/6/2021) mencapai 22.611 orang.

Kemudian untuk kasus konfirmasi secara total mencapai 458.815 orang, dengan rincian 428.287 telah sembuh, kasus aktif 22.611 orang dan 7.717 orang meninggal dunia.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta, untuk klaster mudik, 21 Mei - 17 Juni, terdapat sebanyak 1.172 klaster dengan total 2.458 kasus positif.

Untuk klaster perkantoran seminggu terakhir mengalami kenaikan dari 64 kasus menjadi 227 kasus positif.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved