Breaking News:

Preman Palak Pedagang

Hindari Intimidasi Preman, Seorang Pedagang Kios di Pondok Aren Memilih Bayar Rp 20 Ribu Per Bulan

"Kalau cuma minta langsung saya kasih. Saya enggak mau lah ribut-ribut. Yang penting dianya enggak rese ya saya kasih.

Penulis: Rizki Amana | Editor: Dedy
Wartakotalive.com
Tangkapan layar surat pernyataan pedagang kios dan pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Ceger Raya, Pondok Karya, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengaku resah atas aksi pemalakan yang dilakukan oknum preman di kawasan sekitar. 

WARTAKOTALIVE.COM, PONDOK AREN --- Aksi pemalakan yang dilakukan preman di kawasan sekitar Jalan Ceger Raya, Pondok Karya, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan, bikin resah sejumlah pedagang kios dan pedagang kaki lima (PKL).

Seperti dituturkan seorang pedagang kios berinisial PU (43).

Ia mengaku kerap memberikan uang Rp 20.000 kepada sejumlah oknum preman tersebut. 

Menurutnya uang tersebut diberikan kepada para oknum preman tersebut setiap satu bulan sekali. 

"Iya ada tapi ya biasanya Rp 15 ribu, Rp 20 ribu bulanan lah," katanya saat ditemui di lokasi sekitar, Pondok Aren, Kota Tangsel, Jumat (18/6/2021).

PU mengaku terpaksa membayar uang pungutan itu untuk menghindari perselisihan antara dirinya dan para okum preman tersebut. 

"Kalau cuma minta langsung saya kasih. Saya enggak mau lah ribut-ribut. Yang penting dianya enggak rese ya saya kasih. (Kalau enggak dikasih-red) paling digangguin, yang enggak senang dimintain, yang di luar-luar yang pinggir jalan gitu," jelasnya. 

Hal senada disampaikan YA (29) pedagang warung kelontong di area sekitar Jalan Ceger Raya itu. 

Menurutnya para oknum preman tersebut bakal mengintimidasi pedagang yang enggan memberikan uang kepada mereka. 

"Pernah, ya dia (oknum preman-red) ngomel-ngomel gitu," katanya saat ditanyai jika dirinya tak memberikan uang iuran tersebut. 

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved