Breaking News:

Kriminalitas

Dorong Pengusutan Tuntas Kasus Dugaan Gratifikasi, KCH Layangkan Surat Aduan ke Jaksa Agung

Dorong Pengusutan Tuntas Kasus Dugaan Tindak Pidana Gratifikasi Mantan Sesjamdatun, KCH Layangkan Surat Aduan kepada Jaksa Agung

Penulis: Dwi Rizki | Editor: Dwi Rizki
Dorong Pengusutan Tuntas Kasus Dugaan Gratifikasi, KCH Layangkan Surat Aduan ke Jaksa Agung
Istimewa
Sekretaris Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Sesjamdatun) Chaerul Amir bersama Natalia Rusli

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Dorong penuntasan kasus dugaan tindak pidana gratifikasi mantan Sekretaris Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Sesjamdatun) Chaerul Amir, Ketua Umum LSM Konsumen Cerdas Hukum (KCH) Maria secara resmi mengirimkan surat aduan kepada Jaksa Agung, ST Burhanuddin.

Surat aduan tersebut disampaikan Maria merupakan bentuk dukungannya terhadap misi Kejaksaan Agung Republik Indonesia poin 5, yaitu pempercepat pelaksanaan reformasi birokrasi dan tata kelola Kejaksaan Republik Indonesia yang bersih dan bebas korupsi, kolusi dan nepotisme.

"Kita berharap visi dan misi Kejaksaan RI menjadi lembaga penegak hukum yang professional, proporsional dan akuntabel itu tidak hanya sebagai semboyan belaka atau seremoni yang sering kita temukan atau terpampang di setiap kantor Kejaksaan,” ungkapnya dalam siaran tertulis pada Jumat (18/6/2021).

Baca juga: Perekonomian Terkontraksi Minus 2,36 persen, Pemprov DKI Jakarta Gelar Jakfest 2021

Dijelaskan Maria, kasus dugaan tindak pidana gratifikasi yang berujung pencopotan jabatan Chaerul Amir itu sudah terang benderang.

Sehingga menurutnya tidak ada alasan bagi Kejaksaan Agung untuk tidak memproses tindak pidana terhadap oknum Kejaksaan, Chaerul Amir.

“Kita ingin lembaga Adhyaksa terjaga dari perbuatan-perbuatan tercela dari oknum-oknum yang dapat merusak kepercayaan masyarakat sebagai lembaga penegakkan hukum di mana tempat masyarakat mencari atau mendapatkan keadilan,” kata Maria.

Baca juga: Darurat Virus Corona, Ruang ICU Khusus Pasien Covid-19 di Jakarta Barat Kini Hanya Tersisa 10 Persen

Perilaku Chaerul Amir, ditegaskannya sudah mencoreng lembaga Adhyaksa.

Selain itu diungkapkan Maria melanggar Tri Krama Adhyaksa yakni, Wicaksana yang berarti bijaksana dalam tutur kata dan tingkah laku, khususnya dalam penerapan kekuasaan dan kewenangannya.

“Alat bukti lengkap dengan dua orang saksi atau lebih, bukti surat, bukti petunjuk, tinggal Kejaksaan periksa ahli, bahkan keterangan terdakwa atau pelaku sudah ada," ungkap Maria.

“Alat bukti lengkap dan tindakan pidana ada, pelaku ada. Apakah Jaksa Agung benar-benar tegas mau bersihkan institusi Kejaksaan atau cuma pencitraan saja? Kita buktikan, silahkan masyarakat memantau perkembangannya dan menilai sendiri,” tuturnya.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved