Breaking News:

Pilpres 2024

Bakal Gelar Konvensi Capres 2024, NasDem Berisiko Dicap Partai Abal-abal Penuh Spekulasi

Karena perolehan suara NasDem pada Pileg 2019 hanya 9,05, sehingga tidak bisa sendiri mengusung capres langsung.

Editor: Yaspen Martinus
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Partai NasDem berniat menggelar konvensi calon presiden (capres) 2024. 

Sementara, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengucapkan selama hari jadi Partai NasDem yang ke-9 secara virtual, Rabu (11/11/2020).

Baca juga: Prajurit TNI AD yang Bilang Kami Bersamamu Imam Besar Habib Rizieq Shihab Bakal Kena Sanksi

Presiden mengucapkan selamat kepada NasDem yang kini menjadi partai besar.

"Pada kesempatan yang baik ini, saya mengucapkan selamat ulang tahun yang ke-9 kepada keluarga besar Partai Nasdem."

"Dan sekaligus selamat menjadi partai besar yang disegani," ucap Presiden.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Kabupaten Bogor Melandai, Cuma Ada 10 Pasien Baru pada 10 November 2020

Menurut Jokowi, seluruh rakyat Indonesia ingat dengan semangat dasar Partai NasDem, yaitu restorasi Indonesia.

Semangat tersebut, yakni semangat pemulihan dari semua masalah.

Dan, semangat perbaikan untuk mencapai Indonesia maju yang dicita-citakan."

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 Indonesia Naik 8,2 Persen, Pekan Lalu Terjadi Penurunan Semu karena Hal Ini

Semangat itulah yang ada dalam pemerintah sekarang ini."

"Semangat itulah yang melandasi kerja kita selama ini."

"Termasuk dalam menghadapi banyak tantangan akibat pandemi Covid yang melanda dunia sekarang ini," tutur Presiden.

Baca juga: Rizieq Shihab Mengaku Punya Perjanjian dengan BIN, Bakal Ia Buka Kalau Darurat

Dalam pidatonya, Presiden mengatakan pandemi Covid-19 bukan hanya mengakibatkan permasalahan kesehatan di seluruh dunia.

Pandemi juga mengakibatkan permasalahan ekonomi yang sangat-sangat rumit.

Di antaranya, pengangguran meningkat jadi 6,9 juta, dan pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua tahun 2020 menjadi minus 5, 32 persen.

Baca juga: Gatot Nurmantyo Tak Hadir di Istana, Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Dikembalikan ke Negara

"Hal ini merupakan pukulan yang berat terhadap perekonomian nasional kita yang membutuhkan kerja-kerja yang tidak biasa."

"Yang membutuhkan cara kerja yang luar biasa," ucapnya.

Presiden bersyukur memasuki kuartal ketiga 2020, perekonomian Indonesia sudah mulai pulih dan bangkit.

Baca juga: DAFTAR Lengkap Penerima Tanda Kehormatan dan Bintang 2020 dari Jokowi, Gatot Nurmantyo Absen

Pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal ketiga, tumbuh menjadi minus 3,49 persen year on year.

"Artinya sudah mengalami peningkatan, pertumbuhan ekonomi 1,83 persen di kuartal ketiga dibandingkan kuartal yang kedua," bebernya.

Meskipun demikian, Presiden meminta agar kerja keras terus dilakukan, agar perekonomian semakin bangkit.

Baca juga: Sudah 73 Warga Kabupaten Karawang Meninggal Akibat Covid-19, Muncul Klaster Komunitas Tari

Terutama, meningkatkan pemberdayaan UMKM sehingga mampu bersaing secara global.

"Kita tidak boleh puas dengan gejala positif ini."

"Kita harus bekerja keras untuk membuka lapangan kerja."

"Bekerja keras meningkatkan UMKM secara besar besaran yang mampu bersaing di pasar global," beber Jokowi. (Taufik Ismail/Seno Tri Sulistiyono)

--
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Tribunnews" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to tribunnews+unsubscribe@googlegroups.com.
To view this discussion on the web, visit

Chaerul Umam

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved