Breaking News:

Stok Plasma Konvalesen, PMI Kabupaten Bekasi Diminta Gandeng Perusahaan dan Tokoh Masyarakat

Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bekasi kehabisan stok darah plasma konvalesen dan diminta menggandeng perusahaan dan tokoh masyarakat.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Max Agung Pribadi
Dok Humas Cabangbungin
Puluhan petugas gabungan dari Satgas Covid-19 Kecamatan Cabangbungin membubarkan pesta hajatan atau pernikahan di Kp Capjaya RT 005 RW 002 Desa Lenggah Sari, pada Rabu (16/6/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bekasi kehabisan stok darah plasma konvalesen.

Hal itu dikarenakan meningkatkan permintaan tak diimbangi dengan jumlah pendonor.

Plasma konvalesen terbukti efektif sebagai salah satu upaya penyembuhan pasien terkonfirmasi Covid-19.

Baca juga: PMI Kabupaten Bekasi Panik, Stok Darah Plasma Konvalesen Habis Akibat Lonjakan Kasus Covid-19

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Mohamad Nuh menilai, persoalan ini karena kurangnya sosialisasi dari PMI kepada masyarakat. Oleh karena itu, Nuh menyarankan agar PMI lebih meningkatkan lagi sosialisasi kepada masyarakat mengenai donor darah plasma konvalesen.

“Sosialisasi dari PMI harus tingkatkan,” kata politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, pada Kamis (17/6/2021).

Selain itu, tambah Nuh, PMI harus menggandeng perusahaan serta melibatkan tokoh-tokoh masyarakat seperti, guru pesantren terkait donor plasma konvalesen.

Baca juga: Stok Darah Berkurang Selama Pandemi Covid-19, Pemprov DKI dan PMI Perkuat Kolaborasi

Pasalnya, minimnya stok dikarenakan ketidaktahuan masyarakat khususnya penyintas Covid-19 dalam melakukan donor plasma konvalasen.

"Tentu kan banyak para penyintas Covid-19 di perusahaan-perusahaan itu, harus jalin komunikasi ke sana," terang dia.

PMI Kabupaten Bekasi juga harus melibatkan para ustaz, tokoh masyarakat untuk membantu sosialisasi serta menyampaikan terkait pentingnya donor plasma penyintas Covid-19 dalam membantu penyembuhan pasien Covid-19 yang tengah dirawat.

"Kemudian tentu pihak kecamatan, kelurahan/ desa hingga RT RW harus dilibatkan dalam memberikan informasi soal donor plasma ini oleh penyintas Covid-19 di lingkungannya," kata  Nuh.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved