Breaking News:

Virus Corona Jakarta

Pimpinan DPRD Tolak Usulan Rem Darurat, Khawatir DKI Tak Punya Uang untuk Danai Kesehatan

Pimpinan DPRD Tak Setuju Usulan Rem Darurat, Khawatir DKI Tak Punya Uang untuk Danai Kesehatan. Berikut alasannya

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota/Rangga Baskoro
Zita Anjani, Anggota DPRD DKI Jakarta fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) memantau lokasi kebakaran di Kelurahan Rawa Bunga, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (23/9). 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PAN Zita Anjani mengaku tak setuju dengan usulan kebijakan rem darurat (emergency brake policy) sebagai dampak kasus Covid-19 yang kembali melonjak.

Putri dari Ketum PAN Zulkifli Hasan tersebut memandang, kebijakan itu sangat berdampak pada pendapatan pajak, sehingga dikhawatirkan Pemprov tidak memiliki anggaran untuk membiayai kegiatan lain.

“Menurut saya, harus bikin kebijakan yang tepat dan berdampingan (antara kesehatan dan ekonomi). Saya rasa nggak mesti semuanya (tempat usaha) ditutup, hanya pusat-pusat yang memiliki basis penularan saja,” kata Zita pada Kamis (17/6/2021).

Menurutnya, sektor kesehatan dan ekonomi di Jakarta harus tetap berjalan.

Zita tak ingin Jakarta kembali menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ketat seperti tahun lalu, karena sangat berimplikasi pada pendapatan daerah.

Baca juga: Istri Polisi Sengaja Berhubungan Intim dengan Pria Lain di Depan Suaminya

“DKI sudah banyak yang dikorbankan dari segi ekonomi, karena pendapatan DKI itu dari pajak. Kalau ini direm lagi, kita nggak punya uang untuk mendanai kesehatan,” ujarnya.

“Kesehatan memang penting, tapi menurut saya ekonomi juga harus sama-sama jalan. Sudah banyak usaha yang bangkrut dan tutup, jadi ini (rem darurat) terlalu kencang remnya nanti pajak drop,” tambahnya.

Sepengetahuan dia, capaian pendapatan asli daerah (PAD) DKI Jakarta baru mencapai 25 persen. Angka sebanyak itu dinilai rendah dibanding sebelum pandemi Covid-19.

Baca juga: Ramalan Zodiak Kamis 17 Juni Aries Kata Kasarmu Merusak Suasana, Aquarius Beri Senyumanmu

“Pendapatannya sangat rendah, jadi saya takut kalau terlalu kencang tutup-tutup, nanti Pemprov DKI nggak ada uang,” ucapnya.

Sementara itu pada 7 Desember 2020 lalu, DPRD DKI Jakarta dan Pemprov DKI Jakarta menyepakati nilai anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2021 mencapai Rp 84,196 triliun.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved