Info Balitbang Kemenag

Pentingnya Penguatan Kapasitas Perencanaan Program dan Anggaran Kementerian Agama

Penelitian ini mengungkap efektifitas tata kelola administrasi perencanaan dan anggaran Multidipa Kementerian Agama.

Penulis: Ichwan Chasani | Editor: Ichwan Chasani
Tangkap Layar Akun Twitter Kemenag RI @Kemenag_RI
Logo Kementerian Agama (Kemenag) RI 

WARTAKOTALIVE.COM — Restrukturisasi kebijakan program dan anggran dari money follow function ke money follow programme berimbas pada pemberlakukan multidipa di lingkungan Kementerian Agama RI.

Semula, Kementerian Agama memiliki 21 program, kemudian menjadi 11 program yang melekat pada masing-masing eselon 1 dan diturunkan ke satuan kerja daerah.

Satuan kerja di daerah akan melaksanakan program-program yang diampu oleh unit eselon I sehingga menghasilkan Dipa Induk dan Dipa-Dipa Petikan (Multidipa).

Tujuan dari restrukturisasi tersebut adalah untuk menjamin akuntabilitas kinerja program dan anggaran, memastikan program tepat sasaran, dan menakar dengan jelas kinerja penanggungjawab programnya.

Dalam rentang waktu 5 tahun terakhir, sejak tahun 2015 sampai dengan 2019, Kementerian Agama memiliki pagu anggaran Rp 60 triliun sampai dengan Rp 64 trilliun, kecuali pada tahun 2016, pagu anggaran Kementerian Agama mengalami penurunan.

Hal ini tampaknya, terkait dengan kapasitas organisasi dalam merealisasikan anggaran, terlihat dari jarak yang cukup lebar antara pagu dan realiasi yang ditandai dengan SiLPA sebesar 11, 18 persen atau mencapai Rp 6, 7 trilliun.

Pada tahun anggaran 2016 sampai dengan 2018, jarak antara pagu dan realiasi anggaran relatif berkurang di kisaran angka 6 persen dengan SILPA sebesar Rp 3 triliun sampai dengan Rp 4 trilliun.

Kondisi ini membaik pada tahun 2019 karana jarak antara pagu anggaran dengan SILPA makin kecil.Tahun 2019 Kemenag memiliki SiLPA terendah dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, yaitu di bawah Rp 3 trilyun.

Penelitian mixed methode yang dilakukan Puslitbang Lektur Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi mengungkap efektifitas tata kelola administrasi perencanaan dan anggaran Multidipa Kementerian Agama tersebut.

Efektivitas perencanaan, pelaksanaan anggaran, monitoring dan evaluasinya dipotret dari sisi dukungan struktur organisasi, sistem perencanaan dan penganggaran, SDM, serta dukungan IT.

Hasil penelitian

Hasil survei terhadap 211 responden di 7 (tujuh) lokasi penelitian menunjukkan bahwa restrukturisasi program dan anggaran Multidipa telah berjalan efektif dengan perolehan skor 4,08 dari skala 5.

Aspek sistem mendapatkan nilai terendah, yaitu 3,85. Sedangkan 3 aspek lainnya memeroleh skor berikut: struktur (4,16), SDM (4,15), dan IT (4,18).

Penilaian tersebut menggambarkan bahwa secara umum proses perencanaan dan anggaran selama perubahan kebijakan dari model money follow function ke money follow programme dinilai telah dilaksanakan secara efektif.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved