Breaking News:

Virus Corona Jakarta

Kasus Covid-19 Ibukota Terus Meningkat, Pimpinan DPRD Tak Paksa Anies Gelar Pembelajaran Tatap Muka

Kasus Covid-19 Ibukota Terus Meningkat, Pimpinan DPRD Tak Paksa Anies Baswedan Gelar Pembelajaran Tatap Muka. Berikut Selengkapnya

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Dwi Rizki
Wartakotalive.com/Joko Supriyanto
Sejumlah siswa SMKN 38 Jakarta tengah menjalani PTM tahap II, Rabu (9/6/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Pimpinan DPRD DKI Jakarta menyatakan, tidak bakal memaksa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menyelenggarakan pembelajaran tatap muka (PTM) pada tahun ajaran sekolah 2021/2022 di bulan Juli 2021 mendatang.

Hal ini berkaca pada kasus Covid-19 di Jakarta yang kembali naik pasca libur Hari Raya Idulfitri 1442 H.

“Kami tetap optimis ingin sekolah dibuka, tapi kami juga tidak mau memaksakan kalau memang situasi Covid-19 sedang naik,” kata Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PAN Zita Anjani pada Kamis (17/6/2021).

Zita mengatakan, sebetulnya kaum emak-emak sudah banyak yang bersemangat dengan rencana PTM pada Juli 2021 mendatang.

Hal ini sebagaimana surat keputusan bersama empat menteri, yaitu Menteri Dalam Negeri; Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi; Menteri Agama serta Menteri Kesehatan.

Baca juga: Kasus Covid-19 Terus Melonjak, Kapolda Metro Jaya: Jakarta Sedang Tidak Baik-baik Saja

Namun demikian, putri dari Ketum PAN Zulkifli Hasan ini meminta masyarakat memahami situasi dan kondisi pandemi Covid-19.

Lonjakan kasus juga dapat dilihat dari pemberitaan yang menayangkan keterisian Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Jakarta yang semakin menipis.

Baca juga: Pastikan Produknya Bisa Terima Sinyal 5G, Realme 8 5G Gunakan Band N40

“Saya rasa kita nanti dengarkan keputusan Pemprov seperti apa. Tapi kami tetap optimis dan berharap yang terbaik, karena DKI ini menjadi wilayah episentrum jadi kami juga tidak bisa terlalu memaksakan kehendak,” ujarnya.

Berdasarkan data dari Dinkes DKI Jakarta, kasus aktif Covid-19 di Ibu Kota sampai Rabu (16/6/2021) menembus 20.311 orang.

Mereka ada yang menjalani isolasi mandiri di rumah atau di fasilitas isolasi terkendali yang disediakan pemerintah, dan ada juga yang dirawat di RS rujukan.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved