Breaking News:

Berita Nasional

ICW Tuding KPK Berikan Informasi Hoaks Terkait Hasil TWK, Begini Bantahan Plt Juru Bicara Ali Fikri

KPK membantah tudingan Indonesia Corruption Watch perihal memberikan informasi hoaks terkait dengan data hasil Tes Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK.

Editor: Hertanto Soebijoto
Tribunnews.com
KPK membantah tudingan ICW perihal memberikan informasi hoaks terkait dengan data hasil TWK pegawai KPK, Kamis (17/6/2021). Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara Penindakan KPK Ali Fikri 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Heboh kasus Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga kini masih mendapat sorotan masyarakat.

Belakangan, Indonesia Corruption Watch (ICW) menuding KPK memberikan informasi hoaks terkait dengan data hasil TWK.

Menanggapi tudingan itu, KPK membantah tudingan ICW perihal memberikan informasi hoaks terkait dengan data hasil TWK pegawai KPK.

Video: Mahasiswa Gelar Aksi Tutup Mata dan Tutup Mulut Selamatkan KPK

"Terkait tudingan ICW kepada KPK perihal permintaan informasi hasil TWK, kami perlu luruskan," ucap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (17/6/2021).

Ali mengatakan, terdapat delapan poin informasi dan data yang diminta oleh para pemohon melalui Pejabat Pengelola Informasi dan Data (PPID) KPK terkait pelaksanaan TWK, satu di antaranya adalah mengenai hasil TWK.

"Sehingga hasil TWK yang diterima KPK dari BKN (Badan Kepegawaian Negara) pada tanggal 27 April 2021, hanyalah salah satu dari yang diminta pemohon," ungkapnya.

Baca juga: Terkait Polemik TWK KPK, Komnas HAM Apresiasi KSAD dan Dinas Psikologi TNI AD

Baca juga: Soroti Langkah 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK, Puluhan Mahasiswa dan Pemuda Makassar Gelar Unjuk Rasa

Menurut dia, data hasil TWK yang diterima KPK merupakan data kolektif.

Sedangkan data yang diminta pemohon merupakan data pribadi masing-masing pemohon.

"Sehingga sudah seharusnya KPK berkoordinasi dengan BKN dalam rangka pemenuhan permohonan tersebut. Terlebih, informasi dan data mengenai pelaksanaan TWK tidak sepenuhnya dalam penguasaan KPK," kata Ali.

KPK mengharapkan kepada pihak-pihak tertentu agar terlebih dulu memahami substansinya secara utuh agar tidak merugikan masyarakat dengan menyampaikan tuduhan dan asumsi yang keliru di ruang publik.

Baca juga: Dugaan Pelanggaran HAM TWK Pegawai KPK, Komnas HAM Bakal Periksa Tiga Ahli

"Masukan dan kritikan yang membangun bagi KPK tentu merupakan penyemangat untuk terus bekerja menjadi lebih baik lagi dengan berdasar pada ketentuan peraturan yang berlaku," tuturnya.

Sebelumnya, ICW mengingatkan Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri untuk tidak memberikan informasi hoaks terkait dengan hasil TWK.

ICW menyebut berdasarkan pemberitaan yang terpampang dalam website Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) disebutkan bahwa pada 27 April 2021, Kepala BKN Bima Haria Wibisana telah menyerahkan hasil TWK kepada Pimpinan KPK.

Baca juga: Kamis Lusa Firli Bahuri CS Bakal Penuhi Undangan Klarifikasi Komnas HAM Soal TWK

"Jadi, justru aneh ketika disebutkan bahwa KPK mesti berkoordinasi dulu dengan pihak eksternal terkait hasil TWK," kata Peneliti ICW Kurnia Ramadhana dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (16/6/2021). (Antaranews)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved