Breaking News:

Habib Rizieq Sebut Cemaskan PN Jakarta Dikepung Massa, Ada Apa? Ini Penjelasannya

Rizieq menanggapi replik JPU yang menyinggung julukan Imam Besar dari simpatisan eks Front Pembela Islam (FPI) hanya isapan jempol

Editor: Mohamad Yusuf
kompas.com
Muhammad Rizieq Shihab atau Habib Rizieq Shihab di Mapolda Metro Jaya. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Tim kuasa hukum Rizieq Shihab angkat bicara terkait pernyataan klien mereka yang menyebut khawatir Pengadilan Negeri Jakarta Timur bakal dikepung massa.

Anggota tim kuasa hukum Rizieq, Aziz Yanuar mengatakan pernyataan Rizieq dalam duplik perkara dugaan tindak pemberitahuan bohong kasus tes swab RS UMMI Bogor itu bentuk kekhawatiran.

Bahwa simpatisan datang pada sidang putusan perkara RS UMMI Bogor yang digelar Kamis (24/6/2021) karena emosi dengan replik JPU yang menyebut julukan Imam Besar hanya isapan jempol.

Baca juga: DUH! Selain Sembako Kena Pajak, Dalam Draf RUU KUP, Sekolah Pun Bakal Dikenakan PPN

Baca juga: Penasaran dengan Suara Berdenyit di Kamar, Suami di NTT Pergoki Istri Telanjang dengan Pria Lain

Baca juga: Ternyata di Arab Saudi, Habib Rizieq Bertemu Tito Karnavian, Budi Gunawan dan Dihubungi Wiranto

"Sebenarnya kekhawatiran Habib karena ada pernyataan dari Jaksa melalui repliknya yang lalu sehingga dikhawatirkan oleh Habib akan memicu marahnya umat seperti itu," kata Aziz di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (17/6/2021).

Alasannya menurut Rizieq pernyataan JPU dalam replik dibacakan pada sidang Senin (14/6/2021) sudah tersebar luas dan diketahui simpatisan yang menobatkan julukan Imam Besar.

Dalam duplik yang dibuat pribadi dari Rutan Bareskrim Polri Rizieq menyebut khawatir kerumunan massa di Bandara Soekarno-Hatta pada 10 November 2020 lalu saat dia tiba akan terulang.

"Tapi Insya Allah kami yakin kondisinya (Pengadilan Negeri Jakarta Timur saat sidang putusan) akan kondusif karena aparat keamanan sudah antisipasi dan bekerja dengan sangat baik," ujar Aziz.

Perihal apa Rizieq mengimbau agar simpatisan tidak datang ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada sidang putusan perkara RS UMMI Bogor, Aziz mengaku belum dapat memastikan.

Dia hanya menuturkan tim kuasa hukum fokus pada upaya hukum membela Rizieq agar divonis bebas dari tuntutan JPU yang meminta vonis enam tahun penjara dalam kasus tes swab RS UMMI Bogor.

"Saya belum tahu kalau dari Habib Rizieq dan terdakwa lainnya, kalau kami lebih fokus kepada permasalahan hukumnya saja. Saya hanya menanggapi terkait dengan masalah hukumnya saja," tuturnya.

Sebelumnya Rizieq menanggapi replik JPU yang menyinggung julukan Imam Besar dari simpatisan eks Front Pembela Islam (FPI) hanya isapan jempol, dalam dupliknya dia mengaku tidak tersinggung.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved