Breaking News:

Dinkes DKI Temukan 33 Kasus Covid-19 Varian Baru, 25 Kasus dari Riwayat Perjalanan Luar Negeri

Menurutnya, Pemprov DKI telah menerima data 33 VoC dari Kemenkes RI. Hasilnya sebanyak 25 kasus berasal dari riwayat perjalanan luar negeri.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Mohamad Yusuf
Instagram @merekamjakarta
Pasien Covid-19 membeludak di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran. Kasus Covid-19 varian baru atau varian of convern (VoC) terus bertambah. Hingga Kamis (17/6/2021), Dinas Kesehatan DKI Jakarta menemukan 33 kasus VoC. 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Kasus Covid-19 varian baru atau varian of convern (VoC) terus bertambah. Hingga Kamis (17/6/2021), Dinas Kesehatan DKI Jakarta menemukan 33 kasus VoC.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia mengatakan, hal itu terungkap setelah petugas secara aktif melakukan pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) sebanyak 980 sampel terduga mutasi virus.

Langkah ini dilakukan untuk mendeteksi adanya potensi VoC di kalangan masyarakat dengan gejala yang lebih berat.

Baca juga: DUH! Selain Sembako Kena Pajak, Dalam Draf RUU KUP, Sekolah Pun Bakal Dikenakan PPN

Baca juga: Penasaran dengan Suara Berdenyit di Kamar, Suami di NTT Pergoki Istri Telanjang dengan Pria Lain

Baca juga: Ternyata di Arab Saudi, Habib Rizieq Bertemu Tito Karnavian, Budi Gunawan dan Dihubungi Wiranto

“Dari jumlah tersebut, 289 dinyatakan bukan merupakan Variant of Concern (VoC), sedangkan 33 merupakan VoC. Lalu 438 spesimen masih menunggu hasil, dan 216 dinyatakan negatif Covid-19, sedangkan tiga hasil WGS tidak dapat dianalisa, dan satu invalid,” kata Dwi pada Kamis (17/6/2021).

Menurutnya, Pemprov DKI telah menerima data 33 VoC dari Kemenkes RI. Hasilnya sebanyak 25 kasus berasal dari riwayat perjalanan luar negeri.

Sedangkan tiga kasus merupakan transmisi lokal di luar Jakarta, tapi hanya melakukan pemeriksaan di Jakarta.

“Lalu, ada lima kasus yang transmisi lokal di Jakarta dan kelimanya varian Delta. Adapun rincian 33 VoC tersebut, yakni 12 varian Alpha (B.117), 3 varian Beta (B.1.351), 18 varian Delta (B.1617.2),” terangnya.

“Pada setiap bertemu VoC, kami langsung mengidentifikasi kasus impor atau transmisi lokal. Jika transmisi lokal, maka kami lakukan tracing masif di komunitas dan tempat kerja,” lanjutnya.

Sementara itu, proses vaksinasi juga masih terus berlangsung di Jakarta. Sejak 9 Juni 2021, Pemprov DKI Jakarta melakukan percepatan vaksinasi, yang mana warga berusia di atas 18 tahun juga sudah dapat divaksin.

Warga yang ber-KTP DKI Jakarta maupun yang bekerja/bersekolah dan berdomisili DKI Jakarta, dapat mendaftar vaksinasi COVID-19 melalui aplikasi JAKI atau situs corona.jakarta.go.id, untuk menghindari antrean panjang di fasilitas kesehatan.

Adapun jumlah sasaran vaksinasi tahap 1 dan 2 (tenaga kesehatan, lansia, dan pelayan publik) sebanyak 3.000.689 orang.

Baca juga: Berikut Daftar Biaya Kuliah S1 Jalur Mandiri UI, UIN Jakarta, UNJ dan IPB

Baca juga: Biadab! Nenek Usia 71 Tahun Sedang Sakit Stroke Dirudapaksa Pria di Sultra

Baca juga: CATAT! Ini Keuntungan dan Sanksi Militer Jika Pasukan Komcad Melanggar Aturan 

Untuk Vaksinasi Program, total dosis 1 saat ini sebanyak 3.133.277 orang (103,01 persen) dan total dosis 2 kini mencapai 1.875.241 orang (62,16 persen).

Sedangkan, untuk Vaksinasi Gotong Royong dosis 1 total di Jakarta saat ini sebanyak 44.273 orang dan dosis 2 total sebanyak 6.902 orang.

“Vaksinasi terbukti tidak hanya mencegah terinfeksi Covid-19, tapi juga mencegah menjadi bergejala berat atau meninggal jika terkena Covid-19, maka vaksinasi sangat penting,” jelasnya. (faf)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved