Breaking News:

Info Balitbang Kemenag

BLA Makassar Temukan Sejumlah Siswa MA Cenderung Eksklusif Akibat Terpapar Media Sosial

Lokasi penelitian ini di tujuh kota, yaitu di Kota Makassar, Pare-Pare, Kendari, Palu, Gorontalo, Ambon, dan Samarinda.

Penulis: Ichwan Chasani | Editor: Ichwan Chasani
istimewa
Ilustrasi Media Sosial. 

WARTAKOTALIVE.COM — Terpengaruh media sosial, sejumlah siswa Madrasah Aliyah (MA) di kawasan timur Indonesia terbentuk menjadi pribadi yang  cenderung eksklusif, militan, dan konservatif.

Demikian salah satu temuan penelitian yang dilakukan oleh Balai Litbang Agama (BLA) Makassar baru-baru ini.

Lokasi penelitian tersebut dilakukan di tujuh kota, yaitu di Kota Makassar dan Pare-Pare (Sulawesi Selatan), Kendari (Sulawesi Tenggara), Palu (Sulawesi Tengah), Kota Gorontalo (Provinsi Gorontalo), Ambon (Maluku), dan Samarinda (Kalimantan Timur).

Hasil riset tersebut menemukan siswa MA pada semua lokasi penelitian cukup aktif menggunakan media sosial. Para siswa itu bahkan menjadi komunitas yang paling intens menggunakan media sosial dalam berbagai aktivitas kehidupannya.

Para siswa di MA ini tidak hanya menggunakan media sosial untuk berkomunikasi, dan bermain, tetapi juga menjadi kanal mereka untuk mencari pengetahuan, termasuk  pengetahuan agama.

Melalui media sosial para siswa tersebut merasa dimudahkan untuk mencari berbagai referensi keagamaan dan belajar secara cepat.

Beberapa siswa mempertanyakan dan menggugat dasar bernegara yang tidak sesuai Alquran dan hadis, tradisi keagamaan dan tradisi lokal baik ditujukan pada guru maupun pada keluarga dan kerabatnya.

Ada yang mengharamkan musik, tidak boleh berfoto, haram mengucapkan selamat Natal dan tak bersedia dipimpin oleh pemimpin berbeda agama.

Meski demikian terdapat pula temuan siswa yang nampak  tetap bersikap moderat dan menghargai perbedaan. Dalam perilaku sehari—hari terdapat sisi positif yakni siswa lebih rajin beribadah, dan berjamaah di masjid.

Media online yang paling banyak diakses dan digunakan untuk konten keagamaan adalah instagram dan youtube dalam bentuk video audiovisual, selebihnya berminat membaca status dan artikel yang dianggap sealiran (se—manhaj).

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved