Breaking News:

Banjir Bekasi

Wakil Wali Kota Akui Banjir di Bekasi Lambat Surut karena Proyek Strategis Nasional

Proyek Strategis Nasional (PSN) menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir di wilayah selatan Kota Bekasi. 

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Feryanto Hadi
Wartakotalive.com
Pasien Covid-19 dievakuasi dari rumahnya yang terdampak banjir Perumahan Pondok Hijau Permai (PHP), Pengasinan, Rawalumbu, Kota Bekasi. 

WARTALOTALIVE.COM, RAWALUMBU -- Sejumlah kawasan di Kota Bekasi yang dilanda banjir membutuhkan waktu cukup lama hingga genangannya surut.

Seperti banjir di Perumahan Pondok Hijau Permai (PHP) yang butuh waktu berhari-hari sampai ketinggian air menurun.

Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir di wilayah selatan Kota Bekasi. 

Pengerjaan proyek seperti lintasan Light Rail Transit (LRT) Jabodebek, kereta cepat Jakarta-Bandung serta pembangunan jalan layang menyebabkan menyempitnya area resapan air yang terdapat di wilayah tersebut.

Nyaris Penuh, Kapasitas Kamar Isolasi dan Ruang ICU di Rumah Sakit Rujukan Kabupaten Bekasi Ditambah

Baca juga: Penghuni Rusun Nagrak Cilincing Keberatan Tempatnya Bakal Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

"Sangat berpengaruh (PSN), makanya kenapa sekarang pun hujan sebentar, kemudian kita rasakan 30 menit sampai satu jam sudah ada kenaikan terkait dengan volume air," kata Tri saat dikonfirmasi, Kamis (17/6/2021).

Pemkot Bekasi telah merencanakan beberapa langkah komprehensif guna meminimalisir dampak banjir. Hal itu untuk mengurangi beban debit air yang ditampung di DAS Rawalumbu.

"Kalau secara kota untuk yang ada di DAS Rawalumbu kita bicara DAS Rawalumbu itu adalah kita penambahan long storage. Jadi bukan menambah tinggi dan itu tetapi kita memperdalam ada segmen yang sudah kita lakukan di sekitar Bojong Menteng tetapi ini belum menyeluruh ke itu," ucapnya.

Pihaknya dalam waktu dekat juga akan melakukan proyek normalisasi di DAS Rawalumbu dampak menurunnya daerah resapan air akibat PSN bisa dikurangi.

Baca juga: Waspada Covid-19 Varian Delta, Ditemukan di Kabupaten Bekasi Segera Dievakuasi ke Jakarta

"Karena memang beban DAS Rawalumbu menjadi semakin berat, karena seluruh catchment area (daerah tangkapan air) bertambah, ditambah kemudian ada penyempitan terkait dengan yang ada proyek kegiatan pembagunan LRT, ada pembangunan jalan layang, jadi saya kira itu," ungkap Tri. (abs)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved