Breaking News:

Virus Corona Jakarta

Bangun Kepercayaan Masyarakat Jadi Kunci Anies Baswedan Tangani Pandemi Covid-19 di Ibu Kota

Bangun Kepercayaan Masyarakat Jadi Kunci Anies Baswedan Tangani Pandemi Covid-19 di Ibu Kota. Berikut Penuturannya

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menunjukkan kantong darah usai melakukan donor darah di PMI DKI Jakarta pada Senin (14/6/2021).  

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyadari kepercayaan masyarakat menjadi kunci kesuksesan dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Dengan kepercayaan itu diharapkan, masyarakat dapat mengikuti arah kebijakan yang dikeluarkan pemerintah daerah.

“Jakarta sebagai tempat yang mengalami pertama kasus Covid-19, maka langkah yang kami lakukan adalah nomor satu seluruh kebijakan bertujuan untuk mendapatkan kepercayaan penuh dari rakyat,” kata Anies Baswedan saat webinar yang diadakan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI pada Kamis (17/6/2021) siang.

“Kepercayaan itu unsurnya tiga, yaitu satu integritas, dua kompetensi dan tiga kedekatan,” tambah Anies.

Menurut Anies, Pemprov DKI selalu menyampaikan data dan fakta apa adanya kepada masyarakat.

Sikap transparansi sengaja ditonjolkan untuk membuat masyarakat lebih percaya dengan pemerintah.

Baca juga: Kapolda Metro Jaya Pastikan Tak Berhenti Tindak Pelaku Sampai Pelabuhan Tanjung Priok Bebas Pungli

“Dibuat transparan karena tujuannya membuat rakyat percaya apa yang dikatakan oleh Pemprov, karena kita akan melewati masa wabah ini untuk waktu yang panjang,” ujar Anies.

Dalam kesempatan itu, Anies juga menyinggung sosok seorang pemimpin yang harus paham dari efek pandemi, karena cenderung dirasakan rakyat banyak dan berjangka panjang.

Anies menilai, perilaku masyarakat saat pandemi akan ditentukan oleh kepercayaannya kepada pemerintah.

Baca juga: Bersembunyi di Dekat Markas Golkar, Ular Sanca Raksasa Sepanjang Lima Meter Sukses Ditangkap Warga

“Bila Pemprov tidak dipercaya atas apa yang kami katakan, maka nanti kalau kami menganjurkan melakukan langkah A, B dan C, rakyat tidak akan menurut. Karena apa? Karena kami tidak transparan,” jelas Anies.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI mengungkapkan, sikap membangun kepercayaan publik mulai diterapkan ketika WHO mendeklarasikan kasus Covid-19 menjadi pandemi pada 11 Maret 2020 lalu.

Dengan perubahan status Covid-19 menjadi pandemi, Anies menilai penanganannya harus melibatkan semua pihak, sehinga tidak hanya pemerintah tapi seluruh elemen masyarakat.

“Begitu mendengar pandemi, kami di pemerintahan menyadari seluruh rakyat akan terdampak. Maka, seluruh rakyat harus memiliki langkah yang sama, arah yang sama dengan apa yang dibutuhkan untuk menangani pandemi,” katanya. (faf)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved