Breaking News:

Kriminalitas

WARGA GEMPAR, Mayat Tanpa Kepala dan Tangan Mengapung di Perairan Pulau Lancang Kepulauan Seribu

Mayat tanpa kepala itu ditemukan mengapung di perairan Pulau Lancang bagian timur, Kelurahan Pulau Pari, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Feryanto Hadi
KOMPAS.COM / SHUTTERSTOCK
Ilustrasi mayat 

WARTAKOTALIVE.COM, KEPULAUANSERIBU--Sesosok mayat ditemukan mengapung di perairan Pulau Lancang bagian timur, Kelurahan Pulau Pari, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Kepulauan Seribu, Rabu (16/4/2021). 

Penemuan mayat itu sempat menggemparkan warga Pulau Lancang.

Pasalnya mayat berjenis kelamin laki-laki tersebut ditemukan dalam keadaan tanpa kepala dan tangan.  

Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu Rahmat Kristantio mengatakan penemuan mayat ini bermula dari adanya laporan warga.

Baca juga: Mayat Bayi Tanpa Kepala dan Tangan Digondol Anjing, Warga Temukan Juga Karung Putih Isi Pampers

"Ada warga setempat yang hendak berlayar ke Pulau Bokor, melihat mayat tanpa busana dengan kondisi tubuh tidak sempurna," kata Rahmat, Rabu (16/6/2021). 

Setelah itu warga lalu melaporkan penemuan mayat tersebut kepada petugas. Selanjutnya petugas gabungan langsung melakukan upaya pencarian menggunakan satu unit kapal.  

“Setelah melakukan pencarian di sekitar TKP petugas menemukan mayat dengan ciri-ciri yang disampaikan,” ungkap Rahmat. 

Rahmat menuturkan petugas lalu mengevakuasi mayat yang diperkirakan berumur sekitar 40 tahun tersebut. Hingga saat ini petugas masih mencari tahu identitas korban.

Baca juga: Dipolisikan Dedek Prayudi, Andi Arief: Sebetulnya yang Harus Melaporkan Itu Saya

"Selanjutnya dibawa dengan kantong menuju dermaga timur Pulau Lancang dengan garis pembatas," kata Rahmat. 

Mayat bayi tanpa kepala digondol Anjing

Di lokasi dan waktu terpisah, Warga Wae Soke, Kampung Wolo Baga, Desa Bamo, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) digegerkan dengan penemuan mayat bayi tanpa kepala dan kaki.

Yang bikin heboh warga, jasad bayi tersebut diketahui pertama kali lantaran dibawa seekor anjing.

Tak ayal, warga yang melihat itu langsung mengejar dan meneriaki anjing tersebut.

Akhirnya, si anjing melepaskan jasad bayi tersebut di bawah pohon pisang.

Erasmus Mbea (58) warga setempat ketika ditemui Pos Kupang, Sabtu (29/5/2021) di lokasi menceritakan, penemuan mayat bayi itu berawal dari seekor anjing membawa jasad bayi naas tersebut.

"Warga kejar anjing yang bawa itu karena kelihatan ada tangan. Oleh karena banyak orang kejar dan teriak anjing itu lari lalu melepaskan jasad bayi itu di pohon pisang di samping rumah kakak saya ini," ungkap Erasmus seperti dilansir Tribunnews.com.

Setelah diketahui bahwa yang dibawa anjing itu adalah jasad bayi, kata Erasmus, dirinya kemudian melarang warga untuk pegang. Kemudian menghubungi polisi.

Selain itu tambah Erasmus, warga juga menemukan sebuah karung putih berisi pempers bayi dan juga kantong-kantong plastik di tepi jalan Borong-Waelengga dengan jarak sekitar 500 meter dari titik akhir anjing melepaskan jasad tersebut.

Baca juga: Dua Peristiwa Kecelakaan Terjadi di Cengkareng, Adu Banteng Motor hingga Mobil Tertabrak Kereta

Diduga jasad bayi di dalam karung itu dan dibuang di bahu jalan itu.

"Saya bilang jangan pukul itu anjing, mungkin anjing itu menolong untuk tunjukan ke kita, supaya masyarakat lihat dan tahu bahwa ini bukti karena ini nyawa manusia," ungkap Erasmus yang juga dibenarkan Yohanes Nani (41).

Dikatakan Erasmus, jazad bayi itu kelihatan masih baru karena belum tercium bau tak sedap.

Setelah diperiksa polisi, jasad bayi itu dikuburkan di belakang rumah Agustinus Daru (63) yang juga kakaknya. Proses penguburan jazad bayi itu juga ada pihak kepolisian.

Warga lainya Yohanes Nani (41) juga menyampaikan hal yang sama.

Yohanes juga mengantar wartawan untuk melihat karung yang ditemukan diduga tempat diisinya jasad bayi itu.

Baca juga: Hukuman Pinangki Dipangkas 6 Tahun, Pakar Bandingkan Kasus Angelina Sondakh dan Baiq Nuril

Humas Polres Manggarai Timur dalam grup WA membenarkan adanya penemuan jasad bayi tersebut.

Dijelaskan sekitar jam 10.00 Wita, saksi Maria Wahni Kolong hendak pergi membeli sabun mandi.

Namun dalam perjalanan dari rumahnya Maria melihat seekor anjing warna putih milik Agustinus Darung mengigit sesuatu pada mulutnya.

Maria melihat yang digigit anjing tersebut seperti tangan manusia.

Ia menjelaskan pada saat ditemukan kondisi mayat bayi tersebut sudah tidak utuh, tanpa kepala dan tanpa kaki.

Maria pun mencurigai mayat tersebut adalah mayat bayi setelah melihat tangan dan dada.

Kemudian dirinya memanggil Agustinus dan memberitahu hal tersebut dan meminta untuk menghubungi Babin Kamtibmas Kisol.

Setelah mendapat laporan itu pihak kepolisian ke lokasi dan dilakukan visum et repertum oleh dokter.

Dari hasil pemeriksaan, analisa sementara dokter menyatakan, dari bentuk torak sebelum pembengkakan dan sesudah pembengkakan mayat bayi tersebut berjenis kelamin laki-laki berumur berkisar 2-3 bulan dan bayi meninggal diperkirakan sudah 1 minggu lalu.

Diameter torak kepala yang tersisa tiga perempat saja. Pada bayi tersebut tidak terdapat aroma mayat dikarenakan bayi masih mengkonsumsi asi.

Dari hasil perundingan kemudian diputuskan, mayat bayi dikuburkan di tanah milik Agustinus yang berjarak 20 meter dari TKP.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved