Sabtu, 11 April 2026

Sejumlah Pemuda Jogja Mengembangkan Media Sosial Berbasis Perpustakaan Online

Aplikasi digital ini mulai diimplementasikan pertama di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.

Editor: Ahmad Sabran
istimewa
Aplikasi Troya Academic Platform (TAP). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA- Sejumlah pemuda asal Jogjakarta mengembangkan media sosial berbasis perpustakaan online untuk menghadirkan kesetaraan akses terhadap buku bagi seluruh rakyat Indonesia.

Aplikasi digital ini mulai diimplementasikan pertama di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.

Chief Operating Officer (COO) Troya Digital, Yodan Tunggal Pranata mengatakan aplikasi ini dinamai Troya Academic Platform (TAP). Platform akademik ini menggabungkan fungsi dari sistem informasi akademik, perpustakan online, dan media sosial sekolah untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kegiatan akademik.

Dia menjelaskan, platform ini ditujukan pada instansi Pendidikan. Tujuannya, untuk membantu interaksi dan interkoneksi antar beberapa pihak. Seperti, peserta didik, tenaga pendidik dan orangtua murid.

"Jadi aplikasi ini bisa menghadirkan report secara real time kepada orangtua mengenai kegiatan sekolah atau perkuliahan anaknya," jelas Yodan seperti dikutip dari siaran persnya, Rabu (16/6/2021).

Menurutnya, Troya Digital berkomitmen besar menghadirkan solusi di tengah ketidakpastian pandemi Covid-19.

Dia berharap, TAP mampu menghadirkan kesetaraan akses terhadap buku bagi seluruh rakyat Indonesia.

Baca juga: Jerinx Semprot BCL saat Unggah Foto Isolasi Covid-19, Jangan Kau Jadikan Bali Kambing Hitam Ya!

Baca juga: Terawan Gandeng AS untuk Kembangkan Vaksin Nusantara Supaya Standarisasinya Sama

Baca juga: KPU Mulai Susun Roadmap Infrastruktur Teknologi Informasi untuk Pemilu-Pilkada 2024

"Melalui TAP kami ingin memberikan dampak serius utamanya bagi para siswa dan mahasiswa untuk menikmati lebih lagi manfaat buku. Kami menggunakan cara yang berbeda untuk mengajak penguna TAP membaca dengan bahagia," jelasnya.

Menurutnya, TAP Mengkurasi buku sebanyak mungkin untuk memberikan wawasan sebanyak mungkin. Hal ini akan interkoneksi dalam skema yang social engineering dengan memperpadukan semua stakeholder yaitu akademisi sekolah/universitas, guru dan siswa/mahasiswa yang aktif menjalankan aktivitas akademis maupun non-akademis, serta guru, siswa/mahasiswa dengan orang tua/wali.

"Harapan kami dengan TAP indeks membaca negara kita dapat naik signifikan dalam 5 tahun ke depan," ungkapnya.

“TAP adalah mimpi para tim di Troya Digital untuk membantu negeri meningkatkan level diri. TAP adalah ruang kebagahagiaan untuk melihat dunia. TAP adalah salah satu daya dorong untuk menuju Indonesia lebih baik di tengah dunia yang high technology based sekarang, nanti, dan masa depan,” harapnya.

Yodan mengungkapkan, platform ini tengah menjalani pre-implementasi pertama kali di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.

"Kami bersyukur platform ini disambut baik oleh Pemerintah Kabupaten Tanah Laut, terutama
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan," ujarnya.

Sebagai informasi, PT Troya Digital Mesail adalah sebuah start up, penggagas pertama kali di Indonesia, tentang social engineering agency. Start-up yang di gagas oleh anak-anak muda Jogja fokus pada bidang pendidikan. Kedepannya, PT Troya Digital Mesail akan mengembangkan marketing digital yang high performing computing based, pembangunan sumber daya manusia yang Big Data Based dan Artificial Intelligence (AI) based, serta menjawab tantangan sosial yang men-digital namun tetap humanis.

Karya pertama Troya Digital yaitu Troya Academic Platform (TAP) adalah sebuah platform akademik terlengkap yang akan menggabungkan fungsi dari sistem informasi akademik, perpustakan online, dan media sosial sekolah yang mampu membantu meningkatkan efektivitas dan efisiensi kegiatan akademik

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved