Breaking News:

PON Papua

Mohammad Mehdi Sadrae Pelatih Bola Tangan PON DKI Jakarta Yakin Bola Tangan Indonesia Bisa Maju

Tim Bola Tangan DKI Jakarta menggunakan jasa pelatih asal Iran, Mohammad Mehdi Sadrae yang ditargetkan meraih medali emas PON Papua

Penulis: Rafzanjani Simanjorang | Editor: Umar Widodo
Warta Kota/Rafsanzani Simanjorang
Mohammad Mehdi Sadrae mantan pemain bola tangan (Handball) timnas Iran,  yang kini melatih tim bola tangan putri PON DKI Jakarta. 

Laporan Reporter WARTAKOTALIVE.COM, Rafsanzani Simanjorang

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Mohammad Mehdi Sadrae merupakan mantan pemain bola tangan (Handball) timnas Iran,  yang kini melatih tim bola tangan putri PON DKI Jakarta.

Tak hanya itu, pria yang akrab disapa Alex ini merangkap jabatan sebagai asisten pelatih di tim putra.

Saat ditemui di Pelatda yang berlokasi di GOR Sunter, Jakarta Utara, Alex memberikan pandangannya perihal potensi bola tangan Indonesia.

"Bola tangan Indonesia bisa menjadi yang terbaik di Asia, bahkan di dunia. Namun, banyak hal yang mesti dipersiapkan. Untuk pemain tentu harus ada kepercayaan diri, harus ada pula support dari orang tua, atau manajer. Tapi hal penting utama dulu adalah memperkenalkan olahraga ini sejak dini," ujarnya kepada Warta Kota, Rabu (16/6/2021).

Menurutnya, idealnya bola tangan diperkenalkan ke sekolah-sekolah, baik dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler maupun masuk ke dalam buku olahraga, serta didukung pula dengan kemampuan tenaga pendidiknya.

Suasana latihan tim bola tangan putri DKI Jakarta persiapan menghadapi PON Papua XX bulan Oktober mendatang
Suasana latihan tim bola tangan DKI Jakarta untuk persiapan menghadapi ajang PON Papua XX bulan Oktober mendatang (Warta Kota/Rafsanzani Simanjorang)

Dengan pengenalan sejak dini, maka bibit-bibit pemain bola tangan yang potensial pun akan terlihat sejak kecil.

"Jika berjalan dengan baik, maka penting pula mengadakan kompetisi seperti liga. Dengan begitu, akan sangat mudah mendapatkan regenerasi di bola tangan ini. Jika sejak kecil mereka sudah menguasai teknik dasar, maka tinggal mengarahkan dan menambah skill. Hal inilah yang membuat kelak tim bola tangan Indonesia dapat bersaing di kancah internasional," tambah mantan pemain bola tangan terbaik Asia 2008 ini.

Sementara itu, pentingnya mengadakan liga sebagai wadah para pemain untuk bermain, dimana dari liga lah dapat tersaring pemain yang akan membela Indonesia di kejuaraan dunia.

Sedangkan untuk usia dini atau remaja, maka sama seperti olahraga bola atau futsal, dapat diadakan kompetisi usia dini atau amatir.

Baca juga: Gegara Smack Down, Dedy Rukmana Pelatih Gulat PON DKI Jakarta Bilang Sulit Cari Bibit Atlet Gulat

Baca juga: Kekuatan Lawan Merata, Tim Tinju PON DKI Jakarta Pasang Target Meraih Dua Medali Emas di PON Papua

Baca juga: Pelatih Tinju PON DKI Jakarta Hugo Gosseling Menilai Olahraga Tinju Memiliki Keunikan Tersendiri

Diketahui, bola tangan pernah dipertandingkan di PON ke II, Jakarta tahun 1951, namun perlahan dilupakan.

Kini bola tangan seperti olahraga yang baru di Indonesia, dan tahun ini untuk pertama kali diperlombakan di PON Papua secara resmi, setelah di PON 2016 lalu hanya sebagai cabor eksibisi.

Kebalikannya, bola tangan cukup terkenal di Eropa hingga Afrika dimana sejak tahun 1938, olahraga ini telah dipertandingkan.

Sejarahnya sendiri, bola tangan diyakini telah ada sejak zaman Yunani Kuno. 

Untuk menggelar pertandingan bola tangan sendiri tidaklah sulit karena lapangannya hampir mirip dengan lapangan futsal, dimana panjang 40 meter dan lebar 20 meter.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved