Breaking News:

Kudeta militer di Myanmar

Jalani Sidang Lanjutan, Aung San Suu Kyi Dituding Lakukan Penghasutan

Dalam sidang tersebut, Aung San Suu Kyi didakwa melakukan penghasutan dan melanggar aturan pembatasan Covid-19

Editor: Bambang Putranto
REUTERS/Soe Zeya Tun
Ilustrasi - Dokumentasi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Penasehat Negara Myanmar Aung San Suu Kyi berjalan bersamaan setelah menghadiri Konferensi Menteri Luar Negeri ASEAN mengenai Rohingya di hotel Sedona, Yangon, Myanmar, Senin (19/12/2016). 

Wartakotalive.com - Pimpinan Myanmar yang digulingkan, Aung San Suu Kyi, menjalani sidang lanjutan, Selasa (15/6/2021).

Dalam sidang tersebut, Aung San Suu Kyi didakwa melakukan penghasutan dan melanggar aturan pembatasan Covid-19.

Aung San Suu Kyi dan anggota lain dari pemerintahan dan partainya ditangkap militer setelah kudeta 1 Februari lalu.

Pendukung dan pengamat militer menilai apa yang didakwakan terhadap Aung San Suu Kyi dan tokoh lainnya tersebut sebagai tuduhan palsu.

Kudeta itu membalikkan reformasi demokrasi bertahun-tahun di Myanmar setelah puluhan tahun pemerintahan militer dan memicu aksi protes luas dan kecaman internasional.

Seharusnya Aung San Suu Kyi dan partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) telah memulai masa jabatan lima tahun kedua setelah memenangkan pemilihan umum pada November lalu.

Aung San Suu Kyi belum terlihat di depan umum sejak penangkapannya dan pengacaranya mengatakan mereka tidak tahu persis dimana saat ini dia ditahan.

Aung San Suu Kyi juga hanya memiliki waktu terbatas untuk berkonsultasi dengan tim hukumnya.

Tuduhan penghasutan, secara hukum di negara tersebut, pelakunya diancam hukuman penjara hingga dua tahun.

Pelanggaran itu telah menjadi aturan hukum sejak Myanmar di era kolonial Inggris, dan telah dikritik sebagai undang-undang yang melanggar kebebasan berbicara dan digunakan untuk penindasan politik.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved