Breaking News:

Kabar Duka

Ibunda Berikan Pesan, Contohlah Semangat Pantang Menyerah Markis Kido Bagi Pebulutangkis Muda

Markis Kido mengidap hipertensi sejak remaja dan diragukan bisa berprestasi di bulutangkis tapi ia bisa membuktikannya dengan meraih prestasi dunia

Penulis: Abdul Majid | Editor: Umar Widodo
Tribunnews/Abdul Majid
Ibunda Markis Kido, Yul Asteria menerima kedatangan Menpora Zainudin Amali saat bertakziah di rumah duka sehari setelah pemakaman 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Yul Asteria Zakaria, Ibunda Markis Kido berharap Indonesia terus melahirkan pebulutangkis andal.

Ia pun berpesan agar para pebulutangkis muda Indonesia setidaknya bisa mencontoh semangat pantang menyerah dari Markis Kido.

Pasalnya, Markis Kido yang sudah mengidap hipertensi sejak remaja dan bahkan diragukan untuk bisa berprestasi di bulutangkis tapi bisa membuktikannya kalau kelemahan itu bukan hambatan baginya.

Terbukti, beberapa prestasi prestisius pun mampu ia dapatkan diantaranya Medali Emas Olimpiade 2008 dan medali emas Asian Games 2010.

Markis Kido dan keluarga bersama Ibundanya Yul Asteria, sosok Markis Kido sangat dekat sekali dengan Ibunya dan dua adiknya Bona Septano dan Pia Zebadiah Bernadet
Markis Kido dan keluarga bersama Ibundanya Yul Asteria, sosok Markis Kido sangat dekat sekali dengan Ibunya dan dua adiknya Bona Septano dan Pia Zebadiah Bernadet (Instagram)

“Pesan Oma kepada pemain di luar sana ya harus bisa semangat lah, seorang Markis Kido yang sudah divonis tensi tidak bisa bermain tapi masih bisa menyumbangkan kejuaraan-kejuaraan di level internasional, apalagi kalau yang sehat,” kata Yul Asteria saat ditemui di kediaman Markis Kido, Rabu (16/6/2021).

“Jadi meskipun ada kekurangan, Kido bisa tetap berprestasi. Buat anak-anak muda yang lain harus bisa lebih berprestasi lagi. Jangan kalah daya juangnya dengan Markis Kido. Mudah-mudahan timbul lagi Markis Kido lainnya di dunia bulutangkis Indonesia,” harapnya.

Sementara itu, sebelumnya Kepala Bidang Humas dan Media PP PBSI, Broto Happy turut berharap wafatnya sang Legenda menjadi pelecut bagi para pebulutangkis Indonesia yang kini tengah bersiap tampil di Olimpiade Tokyo.

Ia juga ingin para pebulutangkis Indonesia bisa meniru semangat Markis Kido baik saat dalam latihan maupun pertandingan.

Ibunda almarhum Markis Kido, Yul Asteria saat ditemui di kediaman Markis Kido di Grand Wisata, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (16/6/2021).
Ibunda almarhum Markis Kido, Yul Asteria saat ditemui di kediaman Markis Kido di Grand Wisata, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (16/6/2021). (Tribunnews/Abdul Majid)

“Di tengah persiapan Olimpiade Tokyo, insan bulu kehilangan sosok yang sejatinya inspirasi pemain yang tengah persiapkan diri untuk tampil di Tokyo,” kata Broto Happy.

“Markis Kido sudah meninggalkan prestasi, namun kejayaan. etos kerja, semangat juang dia harus bisa diteruskan oleh para pemain bulutangkis kita yang saat ini berlatih di Cipayung. Saya berharap Semangat Markis Kido jadi inspirasi pemain Indonesia untuk bisa teruskan tradisi emas Olimpiade,” harapnya.

Seperti diketahui, Jadwal Olimpiade Tokyo 2020 akan dimulai 23 Juli sampai 8 Agustus 2021.

Sedangkan waktu pelaksanaan olahraga bulutangkis (Badminton) pada Olimpiade Tokyo 2020 adalah pada 24 Juli - 2 Agustus mendatang di Musashino Forest Sport Plaza, Jepang.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved