Breaking News:

Berita nasional

Hukuman Pinangki Dipangkas, Komnas Perempuan: Korupsi Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Hukuman Pinangki dipangkas Hakim Banding di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta dari 10 tahun menjadi empat tahun penjara

Editor: Bambang Putranto
Kolase Wartakotalive.com/Istimewa/Tribunnews.com/Jeprima
Hukuman Pinangki Sirna Malasari dipangkas Hakim Banding di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta dari 10 tahun menjadi empat tahun penjara 

Wartakotalive.com, Jakarta - Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) menyayangkan pengurangan hukuman terhadap mantan Kepala Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan Kejaksaan Agung (Kejagung) Pinangki Sirna Malasari.

Hukuman Pinangki dipangkas Hakim Banding di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta dari 10 tahun menjadi empat tahun penjara.

"Keputusan ini mengindikasikan adanya persoalan yang lebih mendalam dalam aspek perspektif kesetaraan dan keadilan gender dan dalam hal sistem pemidanaan secara lebih luas," ujar Komisioner Komnas Perempuan Siti Aminah Tardi melalui keterangan tertulis, Rabu (16/6/2021).

Menurut Siti, korupsi adalah kejahatan kemanusiaan.

Perempuan, kata Siti, merupakan pihak yang paling rentan terdampak akibat korupsi.

Korupsi, menurutnya, mengakibatkan kerugian dan dampak sosial yang berbeda terhadap laki-laki dan perempuan, terutama akibat dari korupsi di sektor layanan publik.

"Korupsi merupakan kejahatan yang serius pada kemanusiaan karena berdampak langsung maupun tidak langsung terhadap kesejahteraan rakyat yang terkait pemenuhan hak dasar warga," kata Siti.

Terkait pertimbangan pengurangan hukuman terhadap Pinangki, Komnas Perempuan mengajak untuk membaca secara utuh dan tidak hanya menyoal alasan terkait peran gender sebagai ibu.

Pertimbangan lain yang juga disebutkan adalah hakim tinggi menilai bahwa “perbuatan PSM tidak terlepas dari keterlibatan pihak lain yang turut bertanggung jawab”.

"Pertimbangan ini perlu dicermati lebih jauh dan dapat menjadi pintu masuk untuk membuka pihak-pihak lain yang terlibat dalam kasus ini," tutur Siti.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved