Kasus Covid 19

Gawat, Keterisian Tempat Tidur Pasien Covid-19 di Jakarta Kembali Meningkat Padahal Sudah Ditambah

“Ini terjadi peningkatan luar biasa, hampir 50 persen dalam seminggu terakhir ya kenaikannya,” kata Ariza di Balai Kota DKI pada Rabu (16/6/2021).

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Dedy
Warta Kota/Joko Suprianto
Satgas Covid-19 mempersiapkan Tower 8 Wisma Atlet untuk menampung pasien berstatus OTG. Karena dikhawatirkan penyebaran virus corona makin banyak. 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR --- Penambahan ketersediaan tempat tidur isolasi pasien Covid-19 yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta sepertinya tak mampu menampung jumlah pasien yang hingga kini terus mengalami peningkatan.

Ledakan jumlah pasien di Jakarta merupakan implikasi dari libur Hari Raya Idulfitri 1442 H pada 13 Mei 2021 lalu.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan berdasarkan data yang dia punya, ketersediaan tempat tidur isolasi sampai Selasa (15/6/2021) mencapai 7.861 unit.

Saat ini, yang sudah terpakai mencapai 78 persen atau 6.117 unit.

Ketersediaan dan keterisian tempat tidur itu sebetulnya mengalami peningkatan dibanding hari sebelumnya atau Senin (14/6/2021) lalu.

Saat itu, ketersediaan tempat tidur mencapai 7.341 unit dan yang sudah terpakai 5.752 unit atau 78 persen.

Begitu pula ketersediaan tempat tidur ICU yang sampai saat ini telah menembus 1.127 unit dan yang terpakai 824 unit atau 73 persen.

Angka itu juga lebih tinggi dibanding pendataan pada Senin (14/6/2021) lalu, di mana DKI menyiapkan 1.086 tempat tidur ICU, dan yang sudah terpakai 773 unit atau 71 persen.

“Ini terjadi peningkatan luar biasa, hampir 50 persen dalam seminggu terakhir ya kenaikannya,” kata Ariza di Balai Kota DKI pada Rabu (16/6/2021).

Karena itulah, Ariza meminta kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap virus ini.

Masyarakat tetap diwajibkan mematuhi protokol kesehatan 5M yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari keramaian dan mengurangi mobilitas.

Sementara Pemprov DKI menggiatkan upaya 3T yakni tracing (pelacakan), testing (pengetesan) dan treatment (pengobatan) kepada masyarakat.

“Kami juga minta tetap berada di rumah, kecuali ada hal-hal yang penting. Terlebih bagi anak-anak di bawah sembilan tahun, dan orangtua di atas 60 tahun agar tetap berada di rumah,” jelas Ariza.

Belum tarik rem darurat

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved