Breaking News:

Virus Corona

Efektifitas Vaksinasi Covid-19 Terhadap Virus Delta dari India, Begini Penjelasan Ketua Satgas

Dengan adanya virus Covid-19 Delta masuk ke Indonesia warga diminta tidak panik, tetap jaga prokes, vaksinasi yang efektif

Editor: Dian Anditya Mutiara
bbc.co.uk/kompas.com
Ilustrasi -- Adanya Virus Corona delta asal India yang masuk ke Indonesia, pemerintah menjamin vaksin yang sudah disuntikan memiliki tingkal efektivitas 50 persen. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Dengan masuknya virus Covid-19 Delta, apakah efektif dengan vaksinasi yang sudah disuntikan selama ini? 

Menurut Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, vaksin virus corona yang kini dimiliki Indonesia memiliki tingkat efektivitas tinggi.

Ini dapat diartikan, vaksin itu masih efektif untuk melindungi masyarakat dari varian virus Delta yang berasal dari India atau B.1.617.2. 

"Apakah vaksin yang ada di sini memiliki efektivitas yang masih tinggi atau tidak? Tentunya secara keseluruhan, sekarang masih memiliki," kata Wiku Adisasmito dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (15/6/2021). 

Menurut Wiku, tingkat efektivitas vaksin Covid-19 yang dimiliki Indonesia melebihi 50%.

Baca juga: Vaksinasi Gotong Royong Diizinkan Pakai Vaksin yang Sama dengan yang Digunakan Pemerintah

Namun demikian, kata dia, pada prinsipnya setiap virus pasti akan mengalami mutasi dalam rangka mempertahankan diri. 

 "Proses mutasi itu bisa berlangsung terus menerus apabila potensi penularannya masih tetap terjadi. Oleh karena itu, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan bahwa vaksin betul-betul bisa memberikan proteksi kolektif atau herd immunity bagi masyarakat," jelasnya.

 Wiku menambahkan, penelitian lebih lanjut harus terus dilakukan dan dimonitor, agar vaksin yang digunakan betul-betul efektif untuk melindungi masyarakat. 

Dalam kesempatan itu, dia memberikan konfirmasi bahwa varian virus B.1.617.2 kini cukup banyak ditemukan di berbagai daerah di Tanah Air, seperti Kudus dan Bangkalan. 

"Namun, proses whole genome sequencing atau surveilans untuk mengetahui sebaran varian virus belum dapat dilakukan di seluruh wilayah nusantara. Hal ini karena proses whole genome sequencing memerlukan sampel pasien Covid-19 dalam jumlah besar," paparnya. 

Baca juga: WASPADA! Virus Corona Varian Delta Mengganas di Indonesia, Apa Perbedaannya dengan Varian yang Lama?

Baca juga: Ini Sebaran 145 Kasus Varian Baru Covid-19 di Indonesia, Varian Delta dari India Mendominasi

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved