Breaking News:

Berita Jakarta

Ditelepon "Petugas Bank", Warga Cipete Jadi Korban Pembobolan Rekening, Uang Rp 584 Juta Raib

Seorang warga Cipete bernama Tubagus M Arry kebobolan uang Rp 584 juta dari rekeningnya di sebuah bank swasta.

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Max Agung Pribadi
Ilustrasi Bank 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI - Modus kejahatan siber di era digital makin beragam.

Seorang warga Cipete bernama Tubagus M Arry kebobolan uang Rp 584 juta dari rekeningnya di sebuah bank swasta.

Peristiwa itu terjadi setelah ia menerima telpon orang yang mengaku petugas bank. 

Baca juga: Masih Jadi Misteri, Polisi Belum Berhasil Ungkap Kasus Pembobolan Rumah Kosong di Bekasi

Pembobolan rekening korban di bank swasta ini terjadi Jumat pekan lalu dan baru dilaporkan ke SPKT Polda Metro Jaya, Senin (14/6/2021) siang. 

Sebelumnya, Arry sudah mendatangi Polres Jakarta Selatan.

Tapi ia disarankan ke Polda Metro Jaya mengingat nilainya yang besar dan Unit Khusus Cyber Crime lengkap terdapat di Polda.

Baca juga: 4 Fakta Pemeriksaan Boy William Sebagai Saksi di Kasus Pembobolan Kartu Kredit

Modus kejahatan yang dialami pengusaha swasta ini memang agak mirip dengan kejahatan-kejahatan siber lainnya.

Tapi diakui polisi, menurut Arry apa yang menimpanya agak unik. 

Sekitar pukul 16:00 Arry menerima telpon dari seseorang mengaku dari bank yang akan meng-upgrade kartu ATM miliknya. 

"Melihat nomor penelpon yaitu +621500365, adalah seperti nomor resmi/call center bank yang tertera di kartu ATM saya yaitu +62 21 1500365 sehingga saya yakin orang ini petugas bank.  Kemudian saya dipandu untuk upgrade kartu. Saat itu saya mengikuti arahan penelpon. Begitu selesai, penelpon mematikan telpon saya baru curiga. Kecurigaan itu terbukti, ketika saya cek melalui m-banking uang saya di rekening sudah kosong," kata Arry, Rabu (16/6/2021).

Baca juga: Pelaku Incar Lokasi Sepi, Berikut Tips Terhindar dari Pembobolan ATM

Menurut Arry, ia merasa kecewa dan menyesalkan mengapa informasi data nasabah bank bisa bocor dan terlalu mudah sistem m-bankingnya diambil alih oleh nomor HP lain (penelpon).

"Kenapa ada orang yang tahu saya nasabah bank ini dan juga tahu nomor HP saya, juga pelaku seperti tahu betul celah kelemahan proses aktivasi m-banking bank tersebut," keluhnya.

Menurut Arry yang datang ke Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Rabu (16/6/2021), petugas piket yang ditanya setelah mengecek di Subdit Siber, mengatakan LP tentang penipuan yang dialaminya sedang ditelusuri petugas. 

"Nanti beberapa hari lagi bapak akan dipanggil untuk dibuatkan BAP atau Berita Acara Pemeriksaan untuk penyelidikan lebih lanjut, " tutur petugas, seperti ditirukan Arry.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved