Virus Corona

Covid-19 Meningkat Lagi, Menag Terbitkan Edaran Pembatasan untuk Kegiatan di Rumah Ibadah

Hari ini, Rabu (16/6/2021), Menag Yaqut Cholil Qoumas menerbitkan surat edaran pembatasan sebagai pedoman masyarakat dalam kegiatan di rumah ibadah.

Biro Pers Setpres/Kris
Menag Yaqut Cholil Qoumas menerbitkan surat edaran pembatasan sebagai pedoman masyarakat dalam kegiatan di rumah ibadah, Rabu (16/6/2021). Foto dok: Menag Yaqut Cholil Qoumas didampingi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) dan Menkesn Budi Gunadi Sadikin memberi penjelasan hasil rapat yang membahas penanganan Covid-19 di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (19/4/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, YOGYAKARTA -- Pascalibur Lebaran 2021 kasus Covid-19 di sejumlah daerah mengalami lonjakan.

Yang paling menyedot perhatian adalah kasus lonjakan Covid-19 di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah dan Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

Diberitakan pula, sejumlah rumah sakit rujukan mulai kewalahan menampung pasien Covid-19, terkait daya tampung, ketersediaan ruangan, hingga tenaga kesehatan.

Video: 20 Pasien Covid-19 Gejala Ringan Antre Masuk RLC Kota Tangsel

Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas menerbitkan surat edaran pembatasan sebagai pedoman masyarakat dalam kegiatan di rumah ibadah.

Hal itu ditempuh guna membantu mengatasi lonjakan Covid-19 sebulan terakhir yang dibarengi munculnya beberapa varian baru.

Melalui Surat Edaran Nomor SE 13 Tahun 2021 tentang Pembatasan Pelaksanaan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah yang ditandatangani pada Selasa (15/6) itu, Menag berharap umat beragama tetap bisa menjalankan aktivitas ibadah sekaligus terjaga keselamatan jiwanya dengan cara menyesuaikan kondisi terkini di wilayahnya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Ridwan Kamil Nyatakan Wilayah Bandung Raya Siaga 1 Covid-19

Baca juga: Puluhan Pasien Infeksi Covid-19 Gejala Ringan Kini Antre Masuk ke RLC Kota Tangsel

"Saya telah menerbitkan surat edaran, sebagai panduan upaya pencegahan, pengendalian, dan pemutusan mata-rantai penyebaran Covid-19 di rumah ibadah," ujar Menag Yaqut dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Yogyakarta, Rabu (16/6/2021).

Menag menjelaskan, kegiatan keagamaan di daerah zona merah untuk sementara ditiadakan sampai wilayah tersebut dinyatakan aman dari Covid-19.

Penetapan perubahan wilayah zona dilakukan oleh pemerintah daerah masing-masing.

"Kegiatan sosial keagamaan dan kemasyarakatan, seperti pengajian umum, pertemuan, pesta pernikahan, dan sejenisnya di ruang serbaguna di lingkungan rumah ibadah juga dihentikan sementara di daerah zona merah dan oranye sampai kondisi memungkinkan," ujar Menag.

Baca juga: Lima Provinsi dengan Kenaikan Kasus Tertinggi Covid-19 Ada di Pulau Jawa

Menag menegaskan kegiatan peribadatan di rumah ibadah di daerah yang dinyatakan aman dari penyebaran Covid-19, hanya boleh dilakukan oleh warga lingkungan setempat dengan tetap menerapkan standar protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.

Untuk teknis pelaksanaannya, Kementerian Agama sudah mengatur hal tersebut melalui Surat Edaran Menteri Agama Nomor SE 1 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Protokol Penanganan Covid-19 pada Rumah Ibadah.

Kepada jajarannya di tingkat pusat, Menag juga minta untuk melakukan pemantauan pelaksanaan surat edaran itu secara berjenjang.

Demikian juga para Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama provinsi, Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota, Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan, Penyuluh Agama, Pimpinan Organisasi Kemasyarakatan Keagamaan, dan pengurus rumah ibadah juga diinstruksikan melakukan pemantauan.

Baca juga: Mensos Risma: 9,3 Persen Penduduk Usia Kerja Terdampak Pandemi Covid-19

"Lakukan koordinasi secara intensif dengan pemerintah daerah dan Satuan Tugas Covid-19 setempat," katanya. (Antaranews)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved