Breaking News:

Berita Depok

Cegah Korupsi dan Memudahkan Pembayaran Pajak, BKD Kota Depok Hadirkan Inovasi Easy Tax

Untuk mencegah korupsi dan memudahkan wajib pajak menunaikan kewajibannya, Badan Keuangan Daerah Kota Depok membuat langkah terobosan dan inovasi.

Penulis: Vini Rizki Amelia | Editor: Max Agung Pribadi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Direktur Pemeriksaan dan Penagihan pada Direktorat Jenderal Pajak (2016-2019) Angin Prayitno Aji mengenakan rompi tahanan, usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK Merah Putih, Jakarta Selatan, Selasa (4/5/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Untuk mencegah korupsi dan memudahkan para wajib pajak (WP) membayar kewajibannya, Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Depok membuat langkah terobosan dan inovasi terbaru.

Inovasi tersebut berupa program Easy Tax yang menghadirkan berbagai pilihan diantaranya akses pendaftaran wajib pajak, pelaporan omzet pajak, serta pembayaran pajak.

Kepala Bidang Pajak Daerah 1 BKD Kota Depok Endra mengatakan, inovasi tersebut juga mampu mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD).

Baca juga: Kasus Tindak Pidana di Bidang Perpajakan, Kanwil Ditjen Pajak Kalbar Kalah dalam Sidang Praperadilan

“Easy Tax ini juga bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Depok. Dengan kemudahan tersebut, diharapkan perolehan pajak bisa terus meningkat,” papar Endra saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (16/6/2021).

Dengan Easy Tax ini, WP tak perlu lagi repot-repot datang ke Kantor BKD dalam membayarkan pajaknya. Pembayaran cukup dilakukan melalui aplikasi atau marketplace yang telah disediakan.

Seperti Tokopedia, Traveloka, Bukalapak, Indomaret, Alfamart. Ada juga melalui bank seperti BJB, BTN, BSM, BNI, CIMB Niaga dan OCBC NISP.

Baca juga: Sri Mulyani Ungkap Perusahaan Digital Kabur ke Irlandia demi Ngemplang Pajak

"WP yang memanfaatkan program ini, tidak perlu datang ke kantor BKD sehingga tidak ada pertemuan tatap muka antara petugas dengan WP. Hal ini bisa menghindari tindakan koruptif," cetusnya.

Dalam mengoptimalisaaikan pendapat daerah, Endra mengatakan pihaknya juga meluncurkan alat pencatat omzet dalam jaringan yang terintegrasi.

Nantinya alat tersebut akan dipasangkan disetiap tempat usaha sehingga tarif pajak dapat dikurangi secara otomatis.

Baca juga: Ditjen Pajak Tolak Tudingan Berpihak pada Orang Kaya Terkait Wacana Pengenaan Pajak Sembako

“Untuk restoran dari 10 persen menjadi 7 persen. Dengan penurunan tarif pajak akan mempercepat pemulihan ekonomi daerah serta peningkatan daya saing usaha,” imbuhnya.

Tak hanya itu, Endra mengaku Easy Tax juga memiliki manfaat lain yakni bisa mencegah potensi kecurangan.

Endra menegaskan, Easy Tax hadir bukanlah untuk menyusahkan para wajib pajak, justru memermudah karena tak lagi bersifat manual yang membutuhkan waktu cukup lama karena harus melewati antrean.

Baca juga: JANGAN TERLEWAT! 5 Daerah Ini Gelar Pemutihan dan Bebas Denda Pajak Kendaraan Sampai Juni 2021

“Pendaftaran secara manual itu sifatnya pakai formulir, laporan omzet juga pakai formulir, semua  serba manual. Lewat program ini kita ingin memudahkan WP, bukan mempersulit,” terangnya.
 

 
 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved