Kasus Covid19

Camat Cipayung Hentikan Mikro Lockdown di Cilangkap karena Sudah Zona Kuning Kasus Covid-19

Camat Cipayung Fajar Eko Satrio menghentikan mikro lockdown di Cilangkap karena dianggap kasus Covid-19 sudah menurun di wilayah itu.

TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Beberapa waktu lalu swab test antigen dan PCR test masal digelar di RT 03 RW 03 Kelurahan Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur, karena terjadi klaster Lebaran. Kini, kasus sudah menurun, mikro lockdown pun dihentikan. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Mikro lockdown yang diterapkan di permukiman RT 03/RW 03 Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur resmi dihentikan, Senin (14/6/2021). 

Camat Cipayung Fajar Eko Satrio mengatakan mikro lockdown dihentikan setelah kasus aktif Covid-19 yang sempat mencapai 111 kasus kini sudah mengalami penurunan. 

"Sekarang kasus aktif Covid-19 tinggal empat, itu dari satu keluarga. Jadi mikro lockdown sudah dihentikan," kata Fajar, Rabu (16/6/2021).

Baca juga: VIDEO : Tiga RT Di Kemayoran Mikro Lockdown Karena Warga Terpapar Covid-19

Dengan hanya empat kasus aktif Covid-19 di RT 03/RW 03 Kelurahan Cilangkap, maka status yang tadinya zona merah sekarang berubah menjadi zona kuning untuk penyebarannya. 

"Untuk empat warga yang masih terkonfirmasi Covid-19 ini sekarang masih diisolasi di Wisma Atlet. Mudah-mudahan bisa cepat sembuh sehingga diperbolehkan pulang," ujarnya.

Fajar mengimbau kepada warga supaya tetap mematuhi protokol kesehatan meski status mikro lockdown dicabut demi mencegah penularan Covid-19 kembali terjadi. 

"Kita berharap warga tetap mematuhi protokol kesehatan agar tidak terulang lagi. Dari Satgas Covid-19 melakukan pengawasan supaya warga mematuhi protokol kesehatan," ungkapnya.

Sebelumnya, kasus terkonfirmasi Covid-19 di permukiman warga RT 03/RW 03 diduga akibat kegiatan halalbihalal Idulfitri 1442 Hijriah.

Baca juga: Jadi Klaster Lebaran, Tujuh RT di Kabupaten Bekasi Lakukan Mikro Lockdown

Adapun mikro lockdown permukiman dilakukan dua kali dimana tahap satu berakhir pada 2 Juni 2021, dan tahap dua berakhir pada 14 Juni 2021.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat, keterisian tempat tidur pasien Covid-19 naik signifikan sebagai dampak libur lebaran Mei 2021 lalu.

Saat ini, daya tampung tempat tidur untuk pasien Covid-19 di Jakarta tinggal tersisa sekitar 20 persen.

“BOR (bed occupancy rate) kami naik signifikan, per tanggal 14 Juni kapasitas tempat tidur isolasi sebanyak 7.341 unit, sekarang sudah terisi 5.752 atau menyentuh 78 persen hanya dalam dua minggu,” kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti.

“Dan ICU sebesar 1.086 terisi 773 atau 71 persen. Dari 78 persen keterisian tempat tidur tersebut 25 persennya merupakan warga luar DKI Jakarta,” tambahnya.

Meski demikian, Widyastuti menyatakan pemerintah daerah tidak membedakan pelayanan kepada pasien yang berasal dari domisili luar.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved