Breaking News:

Berita Video

VIDEO Pesan Survivor Covid-19 Agar Tak Menyepelekan Penularan dan Penyebarannya

Trisakti (65) selaku sang ibu mengaku tak mengetahui secara pasti penularan virus pada satu keluarganya tersebut.

Penulis: Rizki Amana | Editor: Ahmad Sabran

WARTAKOTALIVE.COM, SERPONG - Rumah Lawan Covid-19 Kota Tangerang Selatan (RLC Kota Tangsel) kembali memulangkan 14 individu yang telah dinyatakan sembuh dari penyakit menular dan mematikan tersebut. 

Dari belasan penyintas covid-19 yang dipulangkan itu, terdapat satu keluarga yang berisikan seorang ibu dan dua anaknya. 

Trisakti (65) selaku sang ibu mengaku tak mengetahui secara pasti penularan virus pada satu keluarganya tersebut.

Ia hanya memprediksi penyebaran virus berasal dari sang anak pertama yang bekerja di rumah sakit ataupun sang suami yang kerap berkatofitas menggunakan moda transportasi KRL.

"Aku Ibu Rumah Tangga selalu di rumah. Mungkin aku dapat itu dari anakku yang kerja di rumah sakit, atau suamiku yang kerja di Rawa Sari pulang pergi naik kereta, mungkin itu," katanya saat ditemui di RLC Kota Tangsel, Serpong, Selasa (15/6/2021).

Tri panggilan akrab bagi ibu dua anak itu menuturkan saat didiagnosis terinfeksi covid-19 dirinya hanya merasakan gejala ringan.

Namun tidak bagi anak-anaknya dan sang suami saat virus covid-19 itu menyerang keluarganya. 

Pasalnya, sang anak pertama yang bekerja di salah satu rumah sakit memiliki gejala panas tinggi yang sempat membuatnya khawatir. 

Disusul sang suami yang mengalami pemberatan berupa sesak napas saat terinfeksi covid-19.

"Yang pertama itu sempat panas tinggi, mual, sama pusing. Suami itu sampai skrg masih di rawat di Rumah Sakit Pertamina Jakarta. Karena kemarin sempat nyesek jadi masuk Ruang ICU," jelasnya. 

Mendapati kondisi yang semakin memburuk bagi anggota keluarganya itu, ia pun memutuskan untuk menjalani isolasi dan perawatan medis di RLC Kota Tangsel. 

Langkah itu dilakukan dirinya guna mengantisipasi penyebaran dan penularan infeksi covid-19 pada lingkungannya. 

"Aku sebetulnya isolasi di rumah cukup nyaman. Karena rumah aku ya bisalah untuk 4 orang, cuman takut di rumah tidak ada pengawasan dokternya, jadi kita juga agak takut kasihan sama tetangga-tetangga yang sehat. Jadi kita waktu itu langsung dijemput sama pihak Puskesmas dan kita langsung setuju," katanya. 

Ia pun berpesan kepada masyarakat agar tak terlalu menyepelekan infeksi covid-19 guna menhaga penularan yang semakin meluas. 

"Jangan menyepelekan covid, covid itu ternyata ada. Saya salah satu orang yang sangat hati-hati dengan covid pun saya kena. Saya sangat parno, saya sangat hati-hati tapi kena juga saya," pungkasnya. (m23) 

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved