Breaking News:

Perusahaan Digital Ngemplang Pajak

Sri Mulyani Ungkap Perusahaan Digital Kabur ke Irlandia demi Ngemplang Pajak

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, di saat negara sedang berusaha menutup defisit, beberapa perusahaan justru mengemplang (menghindari) pajak.

Editor: Valentino Verry
youtube
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyesali banyak perusahaan digital yang menghindari pajak di saat negara sedang butuh uang. 

"Ke depan ini, kompetisi mengenai ini (mata uang kripto) akan muncul terus. Makanya kan kalau kita lihat kayak Elon Musk ngomongin mengenai mata uang kriptonya boleh membeli saham Tesla dan lainnya," ujarnya. 

Sri Mulyani, kripto merupakan bukan mata uang resmi suatu negara, melainkan individual yang dinilai mengganggu kedaulatan. 

"Persoalannya adalah setiap negara yang berkedaulatan biasanya menempatkan bank sentral sebagai penguasa atau yang memiliki kekuatan negara untuk mengatur mata uang," katanya. 

Selain Elon Musk, dia menambahkan, beberapa waktu lalu sempat juga Facebook dan perusahaan digital di Amerika Serikat lain mau membuat mata uang sendiri. 

Hal itu dianggap menjadi ancaman terhadap mata uang fisik yang dimiliki suatu negara dan lembaga yang mengatur jumlah uang beredar. 

Baca juga: Ditjen Pajak Tolak Tudingan Berpihak pada Orang Kaya Terkait Wacana Pengenaan Pajak Sembako

"Ini menjadi satu isu yang kami bahas di KSSK dan G-20. Namun, kalau melihat fenomena di dunia, ada beberapa negara lakukan piloting di suatu daerah, di antaranya China, mata uangnya diubah jadi digital dari sebelumnya kartal," pungkas Sri Mulyani. (Yanuar Riezqi Yovanda)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved