Breaking News:

Energi Terbarukan

Selain Dukungan Penuh Publik, Dekarbonisasi Sektor Energi Perlu Konsistensi Pemerintah

Menuju Indonesia Netral Karbon, Pemerintah berencana menghentikan proyek baru Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbahan bakar batu bara mulai 2025

wikipedia.org
ILUSTRASI Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Energi air merupakan salah satu energi terbarukan yang terbanyak dimiliki Indonesia. Pemerintah menargetkan Indonesia netral karbon pada 2060. 

- Pemerintah menargetkan Indonesia Netral Karbon pada tahun 2060

- Proyek baru PLTU berbahan bakar batu bara dihentikan mulai 2025

- Indonesia termasuk negara paling kaya sumber energi terbarukan

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pemerintah telah menargetkan Indonesia netral karbon pada 2060. Untuk mencapai hal itu, dukungan penuh dari publik bakal menjadi kunci.

Dukungan publik tersebut menjadi penting untuk mengatasi berbagai potensi dampak negatif dari transisi energi fosil ke energi terbarukan yang nirkarbon.

Di sisi lain, agar proses transisi dapat berjalan berkeadilan.

Baca juga: Generasi Muda, Aktor Utama untuk Lindungi Bumi dari Perubahan Iklim Melalui Energi Terbarukan

Sebagai upaya dekarbonisasi di sektor energi pada 2060, pemerintah berencana menghentikan proyek baru Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbahan bakar batu bara mulai 2025.

Pemerintah berencana mengganti secara bertahap semua pembangkit berbasis energi fosil menjadi energi terbarukan.

Baca juga: Ketua Asosiasi Pengembang PLTA: Investasi Energi Terbarukan Air Lebih Murah dan Untung, Alasannya?

Baca juga: Saatnya Maksimalkan Energi Air, Ini Saran Ketua Umum Masyarakat Energi Terbarukan kepada Pemerintah

Transisi ke energi terbarukan

Menurut Ketua Yayasan Perspektif Baru Hayat Mansur, upaya pemerintah dan PT PLN melakukan dekarbonisasi di sektor energi memiliki tiga manfaat besar, yaitu menjaga kelestarian lingkungan terutama mitigasi perubahan iklim, ketahanan energi, dan manfaat ekonomi seperti membuka lapangan kerja.

“Namun pemerintah tidak dapat melakukan upaya tersebut sendiri. Perlu dukungan kuat dari publik, yang terdiri dari swasta, akademisi, LSM, dan masyarakat,” kata Hayat Mansur dalam pernyataan resminya, belum lama ini.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved