Breaking News:

Perpanjang PPKM Mikro Hingga Pentingnya Intervensi Semua Pihak Tangani Kasus Covid-19

Hingga per 14 Juni 2021, kasus aktif di Jakarta mencapai 19.096, atau naik 9.000-an kasus

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Agus Himawan
YouTube Dinas Kesehatan DKI Jakarta
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kasus Covid-19 di Jakarta dinilai mengkhawatirkan sebagai dampak liburan hari Raya Idulfitri 1442 H pada Mei 2021. pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro pun  kembali diperpanjang

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperpanjang masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro selama dua pekan. Kebijakan ini mulai berlaku sejak Selasa (15/6/2021) sampai Senin (28/6/2021) .

“Selama dua minggu ini, kenaikannya konstan dan cenderung mengalami lonjakan. Hingga per 14 Juni 2021, kasus aktif di Jakarta mencapai 19.096, atau naik 9.000-an kasus,” kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti pada Selasa (15/6/2021).

“Bahkan, beberapa hari ini pertambahan kasusnya mencapai 2.000, 2.300, 2.400, dan 2.700 kasus dengan kenaikan positivity rate yang juga signifikan di angka 17,9 persen,” tambah Widyastuti berdasarkan keterangannya.

Baca juga: Human Initiative Luncurkan Program Sebar Qurban, Targetkan 25.000 Pequrban Idul Adha Tahun Ini

Baca juga: Kopi Curhat Buka Gerai Drive Thru Pertama, Harga Mulai dari Rp 15.000 per Gelas

Menurutnya, diperlukan intervensi semua pihak untuk menangani pandemi Covid-19. Karena itu, Gubernur menerbitkan Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 759 tahun 2021 dan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 39 tahun 2021.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta, kondisi pandemi di Ibu Kota menunjukkan tren yang mengkhawatirkan, karena peningkatan terjadi terus-menerus dan signifikan, terutama pasca libur lebaran.

“Pada tanggal 31 Mei 2021 saja atau tepatnya saat perpanjangan PPKM Mikro sebelumnya, kasus aktif di Jakarta sudah menunjukkan angka 10.658 dengan positivity rate 7,6 persen dari hasil tes PCR,” ujarnya.

Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku prihatin atas lonjakan kasus Covid-19 di wilayah yang dipimpinnya. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI ini menyebut kondisinya sangat mengkhawatirkan.

“Beberapa hari ini kondisi di Jakarta amat mengkhawatirkan. Data menunjukkan 6 Juni angka kasus naik 7.000-an,” kata Anies saat memimpin apel gabungan di lapangan Blok S, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Minggu (13/6/2021) malam.

Anies mengatakan, kasus Covid-19 di Jakarta mengalami kenaikan yang sangat tajam dari 11.500 orang menjadi 17.400 dalam waktu sepekan. Selain itu, tingkat positivity rate juga naik dari 9 persen menjadi 17 persen.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved