Breaking News:

Hewan Kurban

Pemkot Depok Terapkan Aturan Khusus Bagi Pedagang Hewan Kurban, Berdagang secara Online

Pemkot Depok mengeluarkan aturan untuk pedagang hewan kurban, yakni berjualan secara online, mengingat kasus virus Covid-19 yang meningkat.

Penulis: Vini Rizki Amelia | Editor: Valentino Verry
Wartakotalive.com/Rizki Amana
Ilustrasi penjualan hewan kurban. Pemkot Depok mengeluarkan aturan khusus mengenai penjualan hewan kurban di masa pandemi, yakni secara online. 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Pelaksanaan kegiatan kurban dalam perayaan hari raya Idul Adha turut menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Depok di masa pandemi Covid-19.

Dalam surat edaran (SE) nomor 443/314-Huk/DKP3, Pemkot Depok menekankan mengenai pelaksanaan kurban salah satu diantaranya perihal kegiatan jual beli hewan kurban yang diharuskan memenuhi beberapa persyaratan.

Diantaranya adalah mengenai aspek kesehatan manusia, dapat mengoptimalkan cara berjualan secara online maupun bekerjasama langsung dengan panitia.

Seperti Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), Badan Amil Zakat Nasional, Lembaga Amil Zakat Nasional atau organisasi atau lembaga amil zakat lainnya.

Baca juga: VIDEO Pedagang Hewan Kurban Mulai Marak di Kota Tangerang

Bagi pedagang yang membuka lapak, Pemkot Depok memberikan pembatasan waktu operasional atau berjualan.

"Waktu penjualan dibatasi dari pukul 08.00 sampai 20.00 WIB, serta menerapkan prosedur kesehatan pencegahan penularan Covid-19," bunyi dari salah satu SE tersebut seperti dikutip dari situs resmi Pemkot Depok, Selasa (15/6/2021).

Pedagang juga diwajibkan untuk terus menjaga kesehatan di area lapak setiap harinya serta bertanggung jawab terhadap sampah maupun limbah hewan guna menghindari timbulnya gangguan bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

Selain itu, pedagang juga diminta merapikan atau membongkar kandang bekas lapak setelah masa berjualan hewan kurban selesai.

Dijelaskan pula dalam SE tersebut, penjual haruslah dalam kondisi sehat. Pemkot Depok juga memiliki persyaratan khusus bagi pedagang yang berasal dari luar Depok.

Baca juga: Lewat Amitra, Kini Umat Muslim Bisa Beli Hewan Kurban dan Akikah Secara Dicicil

"Khusus untuk pedagang dari luar Kota Depok, harus menunjukan bukti hasil rapit test non reaktif (negatif) atau rapit test antigen non reaktif (negatif) atau swab PCR negatif," lanjut isi SE tersebut.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved