Breaking News:

Virus corona

Pemerintah Pakai Strategi 3K untuk Kendalikan Lonjakan Kasus Covid-19

penegakan protokol kesehatan, pembatasan mobilitas, dan pembatasan kegiatan, akan terus ditingkatkan lewat operasi yustisi di berbagai daerah

Editor: Bambang Putranto
Biro Pers Setpres/Lukas
Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan dalam menghadapi lonjakan kasus di berbagai daerah membutuhkan penanganan yang tepat sasaran sehingga pandemi dapat dengan cepat dikendalikan. 

Wartakotalive.com, Jakarta - Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan dalam menghadapi lonjakan kasus di berbagai daerah membutuhkan penanganan yang tepat sasaran sehingga pandemi dapat dengan cepat dikendalikan.

Sesuai arahan Presiden, terdapat beberapa strategi yang dilakukan Satgas Covid-19 untuk mengendalikan lonjakan kasus yaitu melakukan pendekatan secara pentahelix dengan menekankan prinsip 3K.

"Yaitu Komunikasi, Koordinasi, dan Kolaborasi (3K) dengan pemerintah dan Satgas di daerah serta pemangku kepentingan terkait lainnya," ujar Wiku dalam konferensi pers virtual, Selasa (15/6/2021).

Untuk itu, penegakan protokol kesehatan, pembatasan mobilitas, dan pembatasan kegiatan, akan terus ditingkatkan lewat operasi yustisi di berbagai daerah berzona merah.

"Jumlah testing dan tracing juga akan ditingkatkan untuk menjaring masyarakat yang positif Covid 19 di zona merah," kata dia.

Selain itu pelaksanaan PPKM mikro juga akan terus diperketat.

Melalui optimalisasi peran posko di tingkat desa atau kelurahan, serta menyusun strategi pengendalian kasus termasuk dan memastikan ketersediaan fasilitas dan manajemen kasus dengan memanfaatkan fasilitas karantina terpusat.

Wiku menegaskan, Satgas juga telah mengambil langkah lain sebagai bentuk antisipasi lonjakan kasus yaitu turun ke lapangan.

"Untuk menyalurkan bantuan dan melakukan perbaikan manajemen, bersama TNI dan Polri dan Pemda setempat ke beberapa daerah yang mengalami lonjakan kasus diantaranya adalah Jakarta, Kudus, Bangkalan dan daerah lain di sekitarnya," ungkap Wiku.

Sebagai antisipasi terhadap tren kenaikan kasus di Provinsi DKI Jakarta khususnya di rumah sakit darurat Wisma Atlet yang terus mengalami tren kenaikan sejak 18 Mei 2021, Wiku mengatakan Satgas langsung melakukan penambahan sebanyak 2 ribu tempat tidur.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved