Breaking News:

Berita Nasional

Pascatelepon Presiden Jokowi ke Kapolri, 3.823 Orang Terlibat Premanisme dan Pungli Diringkus

Polri dan jajaran melakukan penegakan hukum selama empat hari dan telah membekuk 3.823 orang terlibat tindak pidana premanisme dan pungutan liar.

Kolase Wartakotalive.com/Istimewa
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono di Gedung Humas Polri, Jakarta, Selasa (15/6/2021) mengatakan, seluruh polda menjalankan instruksi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menindak tegas premanisme sesuai dengan permintaan Presiden Joko Widodo. Foto ilustrasi: Bersama jajaran Polres, Ditreskrimum Polda Jawa Timur meringkus puluhan preman, Senin (14/6/2021). 

Di Polda Jawa Timur, ada 73 disidik, 137 dilakukan pembinaan, sedangkan pelaku pungli ada 28 disidik dan 148 dilakukan pembinaan.

Terakhir di Polda Metro Jaya, 13 pelaku premanisme disidik, 124 dilakukan pembinaan. Sedangkan punglinya 16 orang disidik, 129 dilakukan pembinaan.

"Jadi terhadap aksi premanisme ini tidak semuanya dilakukan penindakan hukum, tapi dilakukan pembinaan, diminta buat surat pernyataan, apabila dia mengulangi perbuatannya maka akan diproses hukum," kata Ramadhan.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengintruksikan seluruh polda dan polres melakukan operasi penindakan premanisme dan pungli sesuai permintaan Presiden Joko Widodo usai menerima keluhan supir kontainer di Tanjung Priok, Jakarta Utara yang kerap dimintai uang oleh pelaku premanisme.

Presiden minta Kapolri tindak premanisme dan pungli

Sebelumnya diberitakan, Presiden Joko Widodo langsung menelepon Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo setelah mendengar keluhan para sopir mengenai praktik premanisme dan pungutan liar (pungli) di Pelabuhan Tanjung Priok.

"Pak Kapolri, saya ini saya di Tanjung Priok, banyak keluhan dari para 'driver' kontainer yang berkaitan dengan pungutan liar di Fortune, di NPCT (New Priok Container Terminal) 1, kemudian di Depo Dwipa. Pertama itu," kata Presiden Jokowi di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Kamis (10/6/2021).

"Siap," jawab Kapolri.

"Yang kedua, juga kalau pas macet itu banyak 'driver' yang dipalak preman-preman. Keluhan-keluhan ini tolong bisa diselesaikan. Itu saja Kapolri," ujar Presiden,

"Siap Bapak," jawab Kapolri.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved