Breaking News:

Berita Nasional

Pascatelepon Presiden Jokowi ke Kapolri, 3.823 Orang Terlibat Premanisme dan Pungli Diringkus

Polri dan jajaran melakukan penegakan hukum selama empat hari dan telah membekuk 3.823 orang terlibat tindak pidana premanisme dan pungutan liar.

Editor: Hertanto Soebijoto
Kolase Wartakotalive.com/Istimewa
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono di Gedung Humas Polri, Jakarta, Selasa (15/6/2021) mengatakan, seluruh polda menjalankan instruksi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menindak tegas premanisme sesuai dengan permintaan Presiden Joko Widodo. Foto ilustrasi: Bersama jajaran Polres, Ditreskrimum Polda Jawa Timur meringkus puluhan preman, Senin (14/6/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Pascatelepon singkat dari Presiden Jokowi ke Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, ribuan orang yang diduga terlibat tindak pidana premanisme dan pungli telah diringkus polisi.

Saat berbincang-bincang dengan para sopir truk kontrainer di Pelabuhan Tanjung Priok, Kamis (10/6/2021) siang, tiba-tiba Presiden Jokowi menelepon Kapolri.

Presiden menyampaikan aspirasi para sopir truk kontainer kepada Kapolri langsung di hadapan para sopir.

Sejak saat itu, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan jajaran melakukan penegakan hukum selama empat hari dan telah membekuk 3.823 orang terlibat tindak pidana premanisme dan pungutan liar (pungli).

"Penindakan premanisme data cukup banyak, beberapa polda melakukan penangkapan terhadap mereka-mereka ini, sudah ada jumlahnya," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono di Gedung Humas Polri, Jakarta, Selasa (15/6/2021).

Baca juga: Cerita Pengusaha Truk, Pungli di Tanjung Priok Ulah Preman, Malak Uang hingga handphone Sopir

Baca juga: Ini Tampang Koordinator Pungli di Tanjung Priok, Bisa Pilih Truk yang Boleh Bongkar Muat

Rusdi memastikan, seluruh polda menjalankan instruksi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menindak tegas premanisme sesuai dengan permintaan Presiden Joko Widodo.

Lebih lanjut Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Kombes Pol Ahmad Ramadhan menjelaskan, operasi premanisme dan pungli dilaksanakan dari tanggal 11 sampai dengan 14 Juni 2021 di 1.368 titik lokasi.

"Terdapat enam polda yang melaksanakan operasi premanisme dan pungli, Polda Jawa Tengah yang terbanyak jumlah pelaku yang ditindak," kata Ramadhan.

Polda Jawa Tengah menindak 922 orang terdiri atas 449 pelaku premanisme dan 473 pelaku pungli.

Baca juga: VIDEO Koordinator Pungli di Pelabuhan Tanjung Priok Berprofesi Pengawas Operator Crane

Selanjutnya Polda Jawa Barat sebanyak 894 terdiri atas 348 premanisme dan 546 pungli.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved