Breaking News:

Kasus Covid 19

Kapok Kena Covid-19, Satu Keluarga di Kota Tangsel Ini Sampaikan Pesan Penting buat Masyarakat

"Jangan menyepelekan covid, covid itu ternyata ada. Saya salah satu orang yang sangat hati-hati dengan covid pun saya. Saya sangat parno,

Penulis: Rizki Amana | Editor: Dedy
Wartakotalive.com
Trisakti (65) bersama kedua anaknya saat diberikan surat tanda sembuh dari infeksi covid-19 dari Koordinator RLC Kota Tangsel, Suhara Manullang pada, Selasa (15/6/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, SERPONG --- Pihak Rumah Lawan Covid-19 Kota Tangerang Selatan (RLC Kota Tangsel) kembali memulangkan 14 pasiennya yang telah dinyatakan sembuh dari penyakit menular dan mematikan tersebut. 

Dari belasan penyintas covid-19 yang dipulangkan itu, terdapat satu keluarga yang terdiri dari seorang ibu dan dua anaknya.

Si ibu bernama Trisakti (65) mengaku tak mengetahui secara pasti hingga dia bersama dua anaknya tertular virus Corona.

Ia hanya memprediksi penyebaran virus berasal dari anak pertamanya yang bekerja di rumah sakit atau suami yang kerap beraktifitas menggunakan moda transportasi KRL.

"Aku ibu rumah tangga selalu di rumah. Mungkin aku dapat itu dari anakku yang kerja di rumah sakit, atau suamiku yang kerja di Rawa Sari pulang pergi naik kereta, mungkin itu," katanya saat ditemui di RLC Kota Tangsel, Serpong, Selasa (15/6/2021).

Tri panggilan akrab ibu dua anak itu menuturkan saat didiagnosis terinfeksi Covid-19, dirinya hanya merasakan gejala ringan.

Namun tidak bagi anak-anaknya dan suami saat virus covid-19 itu menyerang keluarganya. 

Pasalnya, anak pertama yang bekerja di salah satu rumah sakit memiliki gejala panas tinggi yang sempat membuatnya khawatir. 

Disusul sang suami yang mengalami pemberatan berupa sesak napas saat terinfeksi covid-19.

"Yang pertama itu sempat panas tinggi, mual, sama pusing. Suami itu sampai sekarang masih di rawat di Rumah Sakit Pertamina Jakarta. Karena kemarin sempat nyesek jadi masuk Ruang ICU," jelasnya. 

Mendapati kondisi anggota keluarganya yang semakin memburuk itu, Tri memutuskan untuk menjalani isolasi dan perawatan medis di RLC Kota Tangsel

Langkah itu dilakukan dirinya untuk mengantisipasi penyebaran dan penularan infeksi covid-19 pada lingkungannya. 

"Aku sebetulnya isolasi di rumah cukup nyaman. Karena rumah aku ya bisalah untuk empat orang, cuma takut di rumah tidak ada pengawasan dokternya, jadi kita juga agak takut kasihan sama tetangga-tetangga yang sehat. Jadi kita waktu itu langsung dijemput sama pihak Puskesmas dan kita langsung setuju," katanya. 

Ia pun berpesan kepada masyarakat agar tak terlalu menyepelekan infeksi Covid-19 guna menjaga penularan yang semakin meluas. 

"Jangan menyepelekan covid, covid itu ternyata ada. Saya salah satu orang yang sangat hati-hati dengan covid pun saya. Saya sangat parno, sangat hati-hati tapi kena juga," pungkasnya. 

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved