Breaking News:

Direktur IDE Gugun Gumilar Sebut Tak Masalah Pimpinan KPK Penuhi Panggilan Komnas HAM

"Tidak masalah kalau KPK awalnya mangkir. Mungkin ada alasannya mempersiapkan jawaban," katanya.

Editor: Ahmad Sabran
Instagram gugungumilar89
Direktur Institute of Democracy and Education (IDE) yang juga duta muda PBB untuk Indonesia Gugun Gumilar 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Menanggapi kasus Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Direktur Institute of Democracy and Education (IDE) yang juga duta muda PBB untuk Indonesia Gugun Gumilar mendukung komisi pemberantasan korupsi (KPK) memenuhi panggilan komisi nasional hak asasi manusia (Komnas HAM).

"Saya kira KPK tetap saja hadir, tidak jadi masalah karena ini sesuai Undang-Undang sehingga lembaga manapun harus bersinergi termasuk antara Komnas HAM dengan KPK," kata dia melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (15/6/2021) seperti dikutip dari Antaranews.com.

Gugun mengatakan tidak harus mempermasalahkan ketidakhadiran pimpinan KPK saat pemanggilan pertama oleh Komnas HAM, sebab pimpinan lembaga antirasuah tersebut memiliki alasan tersendiri.

"Tidak masalah kalau KPK awalnya mangkir. Mungkin ada alasannya mempersiapkan jawaban," katanya.

Baca juga: Sejumlah Pengamat Kritik Lelang Aset Kasus Jiwasraya-Asabri, Jangan Sampai Lakukan Abuse Power

Baca juga: Bima Arya Sampaikan Hal Ini Saat Resmikan Program Layanan Lumpur Tinja Terjadwal Kota Bogor

Baca juga: Banyak Perusahaan Langgar Aturan Work From Office Pemprov DKI Diminta Perketat Mobilitas Masyarakat

Terkait 51 pegawai KPK yang tidak lulus tes wawasan kebangsaan, ia meminta untuk berlapang dada, sebab seluruh proses yang dilakukan telah mengikuti kaidah yang ditetapkan dan sesuai dengan transparansi yang biasa dilakukan badan kepegawaian negara (BKN).

Seperti diketahui, sebelumnya perwakilan 75 pegawai KPK yang dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk alih status sebagai aparatur sipil negara (ASN) mengadu ke Komnas HAM.

Komnas HAM sudah memanggil pimpinan KPK untuk melakukan klarifikasi terhadap laporan itu pada 8 Juni 2021 namun pemanggilan tidak dipenuhi oleh KPK.

Selanjutnya, Komnas HAM kembali menyurati lembaga antirasuah tersebut yang dijadwalkan pada Selasa (15/6) namun kembali diundur pada Kamis (17/6).

Sementara itu, Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM Mohammad Choirul Anam mengatakan pimpinan KPK akan memenuhi panggilan lembaga tersebut pada Kamis (17/6) terkait penjelasan tes wawasan kebangsaan yang diadukan oleh sejumlah pegawai KPK.

"Kami umumkan bahwa sudah ada komitmen yang baik dari pimpinan KPK dan akan datang dalam proses pemeriksaan Komnas HAM," katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved