Breaking News:

Kabar Duka

Dibalik Torehan Prestasi Markis Kido dan Keputusan Pebulu Tangkis Legenda Indonesia Joko Suprianto

"Beliau humble dan baik, kalau diminta tolong main dimana pun tempatnya, dia pasti datang. Di samping hobi, dia ingin menyenangkan orang lain

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Dedy
Wartakotalive.com
Pebulu Tangkis legenda Indonesia, Joko Suprianto saat ditemui di rumah duka Markis Kido, Selasa (15/6/2021) menceritakan awalnya Markis merupakan pemain tunggal putra ketika pertama kali masuk pelatnas pada tahun 1999. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI SELATAN --- Pebulu tangkis legenda Indonesia, Joko Suprianto, sangat bersedih kehilangan sosok murid seperti Markis Kido.

Joko merupakan sosok orang yang melihat bakat Markis Kido hingga almarhum mampu menorehkan medali emas pada Olimpiade Beijing 2008.

Joko menceritakan awalnya Markis merupakan pemain tunggal putra ketika pertama kali masuk pelatnas pada tahun 1999.

"Kido itu ya awalnya masuk pelatnas kan tahun 1999, pertamanya jadi pemain tunggal dulu, kebetulan saya yang ambil Kido jadi pemain tunggal," kata Joko di rumah duka Markis Kido, Jaka Setia, Bekasi Selatan, Selasa (15/6/2021).

Seiring berjalannya waktu, Joko beserta pelatih lain mencoba untuk merubah pola dan gaya bermain Markis, sehingga pada akhirnya, Markis bermain di kelas ganda putra.

"Tapi berkembangnya waktu, saya melihat skilnya Kido lebih berkembang di ganda, akhirnya saya dan pengurus berdiskusi, Kido pindah jadi pemain ganda dan itu di setujui," ujarnya.

Keputusannya untuk memainkan Markis di kelas ganda putra ternyata tepat.

Ia pun berhasil memenangkan sederet prestasi di kancah nasional dan internasional saat berduet dengan Hendra Setiawan yang merupakan teman satu angkatan Markis.

Joko mengenal sosok Markis sebagai salah satu orang yang menyenangkan.

Meski Kido telah menorehkan banyak prestasi, ia tak sedikit pun melupakan jasa Joko sebagai senior dan sosok yang pernah melatihnya semasa muda.

"Beliau humble dan baik, kalau diminta tolong main dimana pun tempatnya, dia pasti datang. Di samping hobi, dia ingin menyenangkan orang lain kalau diminta tolong. Seperti saat pembukaan GOR, kejuaraan di daerah terpencil pun pasti didatangi. Itu salah satu yang membuat orang-orang merasa kehilangan Markis Kido," ungkap Joko. 

Baca juga: Inilah Ungkapan Mantan Pemain Pelatnas PBSI Tentang Sosok Markis Kido Semasa Hidup

Baca juga: PB PBSI Kehilangan Sosok yang Menginspirasi Para Pemain di Ajang Olimpiade Tokyo 2020 Juli Mendatang

Baca juga: Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19, Wisma Atlet Siapkan Tower 8 Tampung 1.569 Pasien Gejala Ringan

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved