Breaking News:

Kasus Covid 19

Banyak Perusahaan Langgar Aturan Work From Office Pemprov DKI Diminta Perketat Mobilitas Masyarakat

"Tapi faktanya abis lebaran kan malah sulit dikendalikan, loss doll kan. Yowes. Itu lah yang menyebabkan kenapa angka itu meningkat," ujarnya.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Dedy
Wartakotalive.com
Tower 8 Wisma Atlet Pademangan yang direncanakan akan dijadikan alternatif isolasi pasien Covid-19 khusus OTG 

WARTAKOTALIVE.COM, KEMAYORAN --- Hingga Selasa (15/6/2021) jumlah pasien Covid-19 di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat mencapai 5.453 pasien yang menjalani isolasi mandiri.

Bahkan 80 persen diantaranya merupakan warga DKI Jakarta.

Untuk itu Koordinator Humas RSD Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Letkol TNI AL M Arifin meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk kembali menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"Saran saya PSBB perketat dulu seminggu dua minggu ini sampai nanti landai biar kita bisa fokus menangani pasien dengan baik. Kalau sudah landai silakan diatur secara bertahap lagi. kalau sekarang ini harus diatur bener, klaster kantor juga harus diatur bener," kata M. Arifin di Wisma Atlet Kemayoran, Selasa (15/6/2021).

Arifin menilai jika saat ini aturan work from home dan work from office mulai banyak pelanggaran.

Sebab banyak perusahaan yang justru sudah menerapkan 100 persen kapasitas.

Artinya hal ini diabaikan padahal masih dalam kondisi pandemi. 

Dengan dilakukan pengetatan mobilitas masyarakat, jika dilaksanakan dengan baik, hal itu dianggap Arifin bisa mengontrol angka kasus Covid-19.

Namun faktanya kini banyak yang sudah mulai mengabaikan kondisi itu, hingga membuat angka kasus mulai tinggi.

"Tapi faktanya abis lebaran kan malah sulit dikendalikan, loss doll kan. Yowes. Itu lah yang menyebabkan kenapa angka itu meningkat," ujarnya.

Pihaknya meminta semua pihak bisa secara tegas atas kondisi ini.

Sebab sebelum lebaran angka pasien Covid-19 yang isolasi di Wisma Atlet tinggal 17 persen atau 900 pasien.

"Nah setelah lebaran liat. Mungkin gimana solusinya indonesia disuruh puasa setiap hari terus ngga ada liburan. Saya jamin virusnya cepat habis itu," ucapnya. 

Baca juga: Puluhan Pasien Infeksi Covid-19 Gejala Ringan Kini Antre Masuk ke RLC Kota Tangsel

Baca juga: Kapok Kena Covid-19, Satu Keluarga di Kota Tangsel Ini Sampaikan Pesan Penting buat Masyarakat

Baca juga: Dinkes Kabupaten Bogor Tegaskan Tes PCR di Puskesmas Gratis, Jika Disuruh Bayar Segera Laporkan

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved