Sabtu, 9 Mei 2026

Tips dan Trik Bertanam Sayur Hidroponik di Lahan Sempit, Tidak Sulit dan Hasilnya Memuaskan

Tidak hanya menanam tanaman hias saja, hobi menanam ini juga dilakukan dalam bentuk menanam sayuran hidroponik.

Tayang:
Penulis: Joanita Ary | Editor: Lucky Oktaviano
Istimewa
Bertanam sayuran hidroponik banyak dilakukan masyarakat di masa pandemi Covid-19. Hobi baru ini bisa menghasilkan beragam sayuran yang bisa dijual atau bisa dikonsumsi sendiri di rumah. Caranya mudah, bahan-bahannya tidak mahal, dan sayuran yang dihasilkan pun sehat. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Ada banyak perubahan gaya hidup yang terjadi di masa pandemi seperti sekarang ini.

Mulai dari jam kerja, aktivitas fisik, sampai pola hidup secara keseluruhan.

Saat ini banyak orang yang menjalani hobi sebagai suatu cara untuk menghindari stres, bercocok tanam atau berkebun adalah salah satunya.

Tidak hanya menanam tanaman hias saja, hobi menanam ini juga dilakukan dalam bentuk menanam sayuran hidroponik.

Hidroponik adalah sistem pertanian yang menggunakan air dan nutrisi tambahan.

Bahannya mudah didapatkan dan bisa dilakukan di lahan yang terbatas, hasil dari panenan sayuran hidroponik ini juga bisa dikonsumsi untuk keperluan sendiri.

Seperti yang dilakukan oleh Akuy & Dede, mereka memanfaatkan lahan yang kosong di sebuah gedung perkantoran di sekitar Meruya Ilir, Jakarta Barat.

Tak segan, Akuy dan Dede membagikan cara-cara bertanam dengan hidroponik sebagai berikut:

Bahan yang harus disiapkan

Sebelum bertanam hidroponik, tentunya awalnya kita harus menyiapkan terlebih dulu segala bahan, alat, benih dan lain sebagainya yang akan memperlancar proses bertanam.

Akuy dan Dede menjabarkan dengan detail segala keperluannya seperti :

1. Media tanam rockwool cultilene atau spon yang dipakai sebagai media dalam pembibitan
2. Benih, bisa dipakai benih bayam, selada, kangkung maupun benih sayuran lainnya.
3. Nampan plastik, yang nanti digunakan untuk menata spons
4. Lidi
5. Air
6. Net Pot
7. Kain flannel sumbu hidroponik, dengan panjang kira-kira 15 cm.

Cara Bertanam

Setelah semua alat, benih, dan segala perlengkapan telah tersedia, proses selanjutnya adalah mulai menyiapkan benih untuk proses bertanam selanjutnya, detailnya adalah sebagai berikut:

• Potong-potong bentuk kubus rockwool cultilene atau spon khusus tadi dengan ukuran kurang lebih 2x2x2 cm
• Lalu tata seluruh potongan spon di nampan
• Kemudian lubangi bagian tengah spon dengan lidi, dengan kedalaman kira-kira 1 cm saja
• Letakkan benih di atas lubang spon
• Lalu semprotkan air hingga seluruh permukaan spon menjadi basah
• Kemudian jemur benih di sinar matahari selama 10 hari atau sampai tumbuh tanaman dengan beberapa helai daun dan akar.

Tanaman selada keriting yang ditanam dengan metode hidroponik di sebuah area bekas gedung perkantoran di kaawasan Meruya Ilir, Jakarta Barat.
Tanaman selada keriting yang ditanam dengan metode hidroponik di sebuah area bekas gedung perkantoran di kaawasan Meruya Ilir, Jakarta Barat. (Istimewa)

Siap dipindahkan ke media tanam

Selama 10 hari benih yang dijemur di sinar matahari harus tetap dijaga dan diperhatikan kelembapannya.

Rajin-rajinlah untuk mengecek ketersediaan air pada spon, jangan biarkan sampai kering karenga akan menghambat pertumbuhan benih.

Kemudian setelah 10 hari biasanya benih sudah mulai tumbuh beberapa helai daun dan akarnya juga mulai tampak.

Jika sudah seperti ini maka tanaman hidroponik siap dipindahkan ke media tanam, caranya sebagai berikut:

1. Siapkan dahulu media tanamnya, berupa pipa PVC dengan diameter 3 inci yang telah diatur sedemikian rupa di atas rak dari baja ringan.

2. Lobangi pipa dengan diameter 5 cm menggunakan bor. Jarak antar lobang kurang lebih 15 cm.

3. Siapkan juga tandon air yang sudah diisi dengan air bersih dan ditambahkan dengan nutrisi A&B mix masing-masing 5 ml untuk setiap 1 liter air bersih tadi.

4. Untuk mengatur sirkulasi air, maka mesti disipakan juga mesin/pompa air akuarium, fungsinya untuk menyedot air dari wadah dan menyebarkannya ke seluruh tanaman.

5. Kemudian siapkan netpot dengan yang telah diberi kain flanel panjang bagian bawahnya. Fungsi dari flanel ini adalah untuk menjaga ketersediaan air pada tanaman hidroponik saat sudah dipindahkan ke media tanam.

6. Letakkan rockwool yang sudah ditumbuhi oleh tanaman di net pot.

7. Kemudian pindahkan net pot yang sudah berisi rockwool tadi ke lobang-lobang pipa PVC.

8. Cek peredaran/sirkulasi air setiap hari. Pasokan air harus tetap terjaga, Jangan sampai kering.

9. Biarkan tanaman tumbuh dengan baik sampai masa panen tiba atau sekitar 2 bulan.

Siap panen

Setelah 2 bulan tanaman hidroponik tersebut telah tumbuh menjadi sayuran yang siap untuk dipanen.

Syarat dari tanaman tumbuh dengan baik dan sehat, terlihat dari akarnya yang berwarna putih bersih dan daun–daun yang tumbuh semakin lebat dan banyak.

Jika sudah terlihat seperti tadi, maka sayuran siap dipanen dengan cara cukup mencabut batang sayuran dari netpot.

Kemudian sayur dibersihkan dan kemudian bisa langsung dikemas untuk didistribusi atau untuk dikonsumsi sendiri.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved