Breaking News:

Narkoba

Oknum PNS Pemkab Tangerang Dicokok Polisi Tersandung Kasus Narkoba

Jajaran Polresta Tangerang berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika yang melibatkan oknum pegawai negeri sipil (PNS).

Penulis: Andika Panduwinata | Editor: Valentino Verry
Oknum PNS Pemkab Tangerang Dicokok Polisi Tersandung Kasus Narkoba
Warta Kota/Andika Panduwinata
Oknum PNS di Kabupaten Tangerang mencoreng citra institusi yang dipimpin Ahmed Zaki Iskandar, karena ditangkap menggunakan narkoba.

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Jajaran Polresta Tangerang berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika yang melibatkan oknum pegawai negeri sipil (PNS).

Oknum PNS ini berasal dari ruang lingkup Pemkab Tangerang.

Pelaku merupakan warga asal Kampung Pangarengan RT 01 RW 01, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang.

Baca juga: Jalani Tes Kesehatan Setelah Ditangkap Akibat Pakai Narkoba Jenis Ganja, Anji Manji: Saya Sehat

Ia ditangkap polisi lantaran kedapatan menyimpan narkoba jenis sabu seberat 0,14 gram di dalam tas.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro.

Ia menjelaskan penangkapan oknum PNS tersebut berawal dari laporan masyarakat.

Di mana disebutkan bahwa pelaku ini sering bertransaksi narkotika jenis sabu.

Berbekal informasi tersebut, kata Wahyu pihaknya langsung melakukan penyelidikan. 

Baca juga: Polisi Tangkap Musisi Ternama Inisial AN Terkait Kasus Narkoba di Kawasan Cibubur, Siapa Dia?

Kemudian, saat diketahui pelaku sudah bertransaksi membeli sabu, polisi langsung melakukan penggerebekan.

"Tersangka kami amankan di Jalan Daan Mogot, Kota Tangerang. Saat digeledah, ditemukan barang bukti sabu seberat 0,14 gram. Pelaku menyimpannya di dalam tas,” ujar Wahyu, Senin (14/6/2021).

"Kasus ini masih dilakukan pengembangan, untuk mengetahui asal-usul sabu tersebut,” sambungnya.

Untuk sementara, tambah Wahyu, pihaknya menjerat oknum PNS itu dengan Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika Pasal 114 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (1) juncto Pasal 132 ayat (1).

“Pelaku bisa terancam hukuman paling rendah lima tahun penjara, paling tinggi 20 tahun penjara," kata Wahyu.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved