Breaking News:

Virus Corona

Laporan Beras Busuk Bansos di Kabupaten Bekasi, Begini Alurnya Berpusat dari Kemensos

Dinas Sosial Kabupaten Bekasi menjelaskan beras busuk bantuan sosial yang kualitasnya dikeluhkan warga Desa Karangjaya

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Dian Anditya Mutiara
istimewa
Ilustrasi -- Temuan beras busuk di Kabupaten Bekasi, begini alurnya 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Polisi tengah menyelidiki kasus dugaan korupsi atas laporan bantuan sosial (bansos) beras yang berbau busuk di wilayah Desa Karang Jaya, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi.

Penyelidikan dilakukan oleh Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dirtipikor) Bareskrim, Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya dan Polres Metro Bekasi.

Dinas Sosial Kabupaten Bekasi menjelaskan beras bantuan sosial yang kualitasnya dikeluhkan warga Desa Karangjaya, Kecamatan Pebayuran berasal dari program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Kementerian Sosial RI.

“Benar itu dari program BPNT Kemensos tapi perlu diketahui pula bagaimana alur distribusinya,” kata Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Bekasi Kustanto, belum lama ini.

Baca juga: Bareskrim Polri Selidiki Dugaan Tindak Pidana Korupsi Bansos Beras di Kabupaten Bekasi

Kustanto mengatakan, teknis distribusi beras bantuan sosial program BPNT di Kabupaten Bekasi dilakukan Kementerian Sosial dengan cara menyalurkan dana bantuan melalui Bank Negara Indonesia (BNI).

Pihak bank kemudian melakukan proses transfer ke nomor rekening masing-masing warga atau yang dikenal sebagai keluarga penerima manfaat BPNT.

Setelah dana itu masuk, keluarga penerima manfaat lalu membelanjakannya dan mengambil bantuan pangan tersebut di warung kecil diberi nama elektronik warung gotong royong (E-Warong) yang telah ditunjuk pihak bank.

Baca juga: VIDEO Ada Dugaan Tindak Pidana Korupsi Bansos Beras, Bareskrim Polri Turun Tangan ke Bekasi

“Jadi kami hanya melakukan pengawasan saja atas pelaksanaan kegiatan tersebut,” katanya.

Dia mengaku telah melakukan pengecekan lapangan bersama Kementerian Sosial RI untuk menindaklanjuti keluhan warga.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kata dia, warga yang mengeluhkan kualitas beras tidak layak konsumsi itu sebanyak satu keluarga dari total 1.130 kepala keluarga penerima manfaat di desa itu.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved