Breaking News:

GAWAT! Di Bandung Ada Lebih dari 700 Jenazah Dimakamkan Secara Covid-19, Ternyata Hasil Swab Negatif

Diketahui, lebih dari 700 jenazah di TPU Cikadut dimakamkan sesuai prosedur Covid-19 karena saat meninggal, hasil swab PCR mereka belum keluar.

Editor: Mohamad Yusuf
Wartakotalive.com/Junianto Hamonangan
(Ilustrasi) Ratusan makam di TPU Cikadut, Kota Bandung, Jawa Barat, dibongkar setelah diketahui lebih dari 700 jenazah yang dimakamkan secara prosedur Covid-19, ternyata tidak terpapar virus corona. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Peristiwa mengejutkan terjadi di Bandung, Jawa Barat terkait 700 jenazah yang dimakamkan secara prosedur Covid-19.

Pasalnya, 700 jenazah yang sudah terlanjur dimakamkan secara prosedur Covid-19 itu ternyata setelah hasil swab test-nya keluar, menunjukkan hasil negatif.

Akhirnya, atas permintaan keluarga, sebanyak 196 makam dibongkar.

Sementara dari total tersebut, 71 jenazah di antaranya dipindah ke luar Kota Bandung.

Baca juga: Ternyata di Arab Saudi, Habib Rizieq Bertemu Tito Karnavian, Budi Gunawan dan Dihubungi WirantoBaca juga: DUH! Selain Sembako Kena Pajak, Dalam Draf RUU KUP, Sekolah Pun Bakal Dikenakan PPN

Baca juga: Penasaran dengan Suara Berdenyit di Kamar, Suami di NTT Pergoki Istri Telanjang dengan Pria Lain

Sedangkan 125 lainnya dipindah ke pemakaman keluarga atau TPU di Kota Bandung.

"Sebanyak 71 jenazah di antaranya dipindahkan ke luar Kota Bandung. Sementara sisanya, sebanyak 125 jenazah dipindah ke pemakaman keluarga atau TPU milik pemerintah yang tersebar di Kota Bandung," terang Kepala Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Bandung, Bambang Suhari, Minggu (13/6/2021), dikutip dari TribunJabar.

Diketahui, lebih dari 700 jenazah di TPU Cikadut dimakamkan sesuai prosedur Covid-19 karena saat meninggal, hasil swab PCR mereka belum keluar.

Karena itu, pihak rumah sakit langsung memasukkan jenazah tersebut dalam kategori indikasi terpapar Covid-19.

Sesuai aturan, semua pasien di rumah sakit, terutama yang memiliki gejala Covid-19, memang harus menjalani swab PCR.

Hal ini dilakukan untuk memastikan apakah si pasien terpapar Covid-19 atau tidak.

"Karena hasil swabnya baru empat hari kemudian, pasien yang ternyata meninggal karena diabetes, jantung, dan penyebab lainnya juga dimakamkan dengan protokol Covid-19," ungkap Bambang.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved