Breaking News:

Berita Depok

Direktur RSUD Kota Depok Sebut Biaya Pasien Covid-19 Sembuh Maupun Meninggal Ditanggung Kemenkes

"Intinya, tergantung hari rawat dan apa obat yang dipakai selama perawatan, itu ada paketan-paketannya," papar Devi

Penulis: Vini Rizki Amelia | Editor: Dedy
Wartakotalive.com/Angga Bhagya Nugraha
Direktur RSUD Kota Depok, dr. Devi Maryori mengatakan semua pembiayaan pasien Covid-19 akan ditanggung oleh pemerintah dalam hal ini pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK --- Semua pembiayaan pasien Covid-19 akan ditanggung oleh pemerintah dalam hal ini pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).

Hal itu disampaikan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok dr. Devi Maryori kepada Wartakotalive.com, Senin (14/6/2021).

Pihak RS nantinya akan mengklaim seluruh biaya pasien secara perorangan kepada Kemenkes, baik setiap pasien dari sakit hingga sembuh ataupun pasien yang akhirnya meninggal dunia akibat Covid-19.

Untuk biaya perorangnya, Devi mengaku tak mengetahui secara detil berapa dana yang digelontorkan atau pagu yang diberikan oleh Kemenkes untuk tiap pasiennya.

Selama ini, kata Devi, jumlah pembiayaan bervariasi antar satu pasien dengan pasien lainnya. Sehingga tak bisa dipatok berapa anggaran yang diberikan.

"Enggak tahu berapa jumlah rupiahnya ya, karena selama ini banyak sekali barvariasi (jumlah biaya) tergantung jumlah hari perawatan dan berat ringannya,"

"Intinya, tergantung hari rawat dan apa obat yang dipakai selama perawatan, itu ada paketan-paketannya," papar Devi saat dikonfirmasi wartawan melalui sambungan telepon, Senin (14/6/2021).

Namun demikian, dari pengalaman yang terjadi selama ini, Devi memastikan tak adanya limit atau batasan anggaran dalam setiap dana yang digelontorkan bagi para pasien.

"Enggak ada sih ya (batasan biaya). Kalau pasien itu (bergejala) berat dan harus lama dirawat ya kita rawat. Pernah ada kami merawat pasien hingga 45 hari dan itu di klaim semua ke Kemenkes," akunya.

Lama tidaknya perawatan pasien, diakui Devi ditentukan berdasarkan data klinis yang dialami masing-masing pasien.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved