Breaking News:

Pajak Sembako

APPSI Desak Pemerintah Pertimbangkan Pengenaan Pajak Sembako karena Bakal Memberatkan Rakyat

Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) meminta pemerintah untuk mempertimbangkan wacana pengenaan pajak pada sembako.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Valentino Verry
Istimewa
Ilustrasi pedagang di pasar tradisional. APPSI meminta pemerintah untuk mempertimbangkan pengenan pajak pada sembako karena memberatkan rakyat. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Wacana pemerintah ingin memberlakukan PPN terhadap sembako masih menjadi berbincang masyarakat. Bahkan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) meminta pemerintah untuk mempertimbangkan wacana tersebut.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), Sarman Simanjorang, mengatakan wacana penerapan PPN itu dinilai akan memberatkan masyarakat, jika diperlakukan saat situasi pandemi ini.. 

"Sembako ini kan sembilan bahan pokok masyarakat kita. Jadi ini menyangkut isi perut ini. Dalam hal ini apakah momentumnya sudah tepat pemerintah mengenakan pajak thd barang sembako tersebut," kata Sarman, Senin (14/6/2021). 

Baca juga: Sembako di Pasar Tradisional Tidak Dikenakan PPN, Berikut Penjelasan Lengkap Ditjen Pajak Kemenkeu

Menurut Sarman, kondisi ekonomi saat ini masih sangat tertekan. Pertumbuhan ekonomi masih minus di angka 2,5 persen.

Pada momentum tertekannya ekonomi masyarakat, konsumsi rumah tangga harusnya tetap terjaga dengan stabil. 

Jika wacana itu dilakukan dirinya ia khawatir semakin menurunkan daya beli masyarakat.

Sebab momentum saat ini, dianggal belum tepat untuk mewujudkan rencana tersebut. 

Padahal, menurutnya, harusnya konsumsi masyarakat itu harus dijaga agar tetap naik. 

"Jadi, dengan adanya kenaikan pertumbuhan ekonomi 2,5 persen ini kita harapkan bisa tetap naik, bukannya makin berkurang. Ini kan berpotensi berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi yang msh negatif," katanya. 

Selain itu, rencana pungutan pajak Sembako itu bakan menyebabkan inflasi.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved