Protokol Kesehatan

Anies Baswedan Tegaskan tak Bakal Kompromi Terhadap Pelanggar Protokol Kesehatan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan pihaknya tak mau kompromi kepada pelanggar protokol kesehatan yang bandel, seperti tak memakai masker.

WARTA KOTA/DESY SELVIANY
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta masyarakat untuk patuh pada protokol kesehatan, mengingat kasus virus Covid-19 yang meningkat drastis. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan pemerintah daerah tidak bakal kompromi terhadap pelanggaran protokol kesehatan (prokes) di tengah pandemi Covid-19.

Hal ini berkaca pada lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi sepekan terakhir mencapai 7.000 orang.

“Kami tidak akan kompromi terhadap pelanggar-pelanggar yang mengambil sikap tidak bertangung jawab di masa pademi ini,” kata Anies Baswedan saat memimpin apel gabungan di lapangan Blok S, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (13/6/2021) malam.

Baca juga: Anies: Tanpa Disiplin Prokes, Faskes DKI Kewalahan Tangani Covid-19 Jika Pasien Tak Terkendali

“Saya minta untuk semuanya, taati dan disiplin karena Jakarta memasuki fase yang amat genting,” tambah mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI ini.

Menurut Anies, bila petugas tidak melakukan tindakan tegas, fasilitas kesehatan berpotensi bakal kesulitan menangani dan merawat pasien. Terlebih kapasitas tempat tidur pasien juga memiliki keterbatasan.

“Saya sampaikan 75 persen keterpakaian tempat tidur di Jakarta ini, dan 27 persen adalah pasien dari luar Jakarta. Jadi satu dari empat pasien yang ada di Jakarta adalah (berasal dari) luar Jakarta,” jelasnya.

Meski begitu, Anies berdalih Pemerintah DKI tidak pernah membedakan domisili pasien yang ingin dirawat di Jakarta. Karenanya, seluruh pelayanan yang diterima pasien dari manapun bakal mendapatkan hal yang sama.

Baca juga: Imam Budi Imbau Warga Tingkatkan Prokes, Antisipasi Peningkatan Kasus Covid-19 di Kota Depok

Demi menghindari penyebaran Covid-19 yang semakin masif, Anies meminta kesadaran masyarakat untuk mematuhi prokes.

Di sisi lain, petugas juga harus menegakkan aturan kepada yang melanggar sesuai Pergub Nomor 3 tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Perda Nomor 2 tahun 2020 tentang Penanggulangan Corona Virus Disease (Covid-19).

Dalam kesempatan itu, Anies juga membeberkan angka kematian akibat Covid-19 di Jakarta yang cenderung stabil.

Kata dia, hal itu dikarenakan pemerintah menggiatkan program vaksinasi di semua kalangan, dari kelompok tenaga kesehatan dan penunjang lainnya, petugas pelayanan publik, lansia, warga di usia 18 tahun ke atas dan sebagainya.

Baca juga: Lonjakan Kasus Covid-19 di Kudus, Bupati: Vaksinasi Bikin Masyarakat Abai Prokes, Merasa Kebal

“Saya perlu jelaskan sedikit mengapa angka kematian relatif stabil, salah satunya orang tua yang sudah divaksin di Jakarta mencapai angka 65 persen,” kata Anies.

Dari data yang dia punya, jjumlah sasaran vaksinasi tahap 1 dan 2 (tenaga kesehatan, lansia, dan pelayan publik) mencapai 3.000.689 orang.

Untuk Vaksinasi Program, total dosis 1 saat ini sebanyak 2.880.882 orang (96,0 persen) dan total dosis 2 kini mencapai 1.861.918 orang (62,0 persen).

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved